Banjir Sorong

1 Bayi Tewas saat Banjir Melanda Sorong, Diduga Orangtua Lalai Sibuk Selamatkan Barang

Bencana banjir di Kota Sorong, Papua Barat, tepatnya di Komplek Kampung Bugis, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, menelan korban jiwa.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(dok Warga)
Banjir setinggi lebih dari satu meter kembali menggenangi pemukiman warga di Kampung Bugis, Kelurahan Matalamagi Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, hingga menelan seorang bayi, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Bencana banjir di Kota Sorong, Papua Barat, tepatnya di Komplek Kampung Bugis, Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, menelan korban jiwa.

Kejadian ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone.

"Benar ada seorang bayi meninggal akibat banjir di Kampung Bugis, sekira pukul 18.00 WIT," ujar Herlin, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Pemkot Sorong Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Longsor

Ia menjelaskan, saat banjir kedua orang tuanya sibuk mengangkat barang dan lupa terhadap bayi di ayunan.

"Kami menduga, orang tuanya lalai sehingga berujung pada tewasnya si buah hati di ayunan," tuturnya.

Herlin memprediksi, ketinggian banjir di Kampung Bugis tadi sekira lebih dari satu meter.

"Harusnya dalam dalam situasi banjir masing-masing warga harus memperhatikan yang namanya kelompok rentan termasuk bayi," jelas wanita asal Ambon itu.

Selain itu, terdapat orang sakit, cacat, lanjut usia (lansia) dan lainnya.

"Kelompok rentan ini harusnya segera dievakuasi oleh warga terdekat saat terjadi banjir," imbuhnya.

Informasi itu sudah disampaikan, kendati demikian pihaknya tengah melakukan koordinasi.

Bayu (37) dan warga Komplek Melati Raya, Kota Sorong, melakukan aktivitas ditengah banjir yang tak kunjung surut, Rabu (24/8/2022).
Bayu (37) dan warga Komplek Melati Raya, Kota Sorong, melakukan aktivitas ditengah banjir yang tak kunjung surut, Rabu (24/8/2022). ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari))

Baca juga: Korban Banjir Terpapar Penyakit dan Kekurangan Obat, Ini Langkah BPBD Sorong

Rencananya, Senin (5/9/2022), pihaknya akan menurunkan bantuan kepada keluarga korban bencana, karena mengingat besok masih Minggu.

"Kasus ini bukan yang pertama, namun sudah 2020 lalu terdapat kasus serupa di Sorong," ungkap Herlin.

Herlin menambahkan, hingga kini jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir di Kota Sorong kini bertambah lebih dari 3 ribu.

"Kalau korban tewas saat banjir dan longsor di Kota Sorong, saat ini sudah bertambah tiga jiwa," pungkasnya.

(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved