Sopir Angkot Sorong Mogok dan Turunkan Paksa Penumpang: Bentuk Solidaritas

Seorang sopir angkot jalur H Riswan (20) menjelaskan, aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong, merupakan bentuk solidaritas.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Sopir angkot jalur H kembali melakukan aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 7, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Seorang sopir angkot jalur H Riswan (20) menjelaskan, aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong, merupakan bentuk solidaritas.

Sebelumnya, puluhan sopir angkutan kota (angkot) jalur H kembali melaksanakan aksi mogok kerja disepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022).

Aksi kali kedua ini diduga lantaran tidak ada kejelasan tarif penumpang, setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

"Sekitar puluhan sopir hari ini tidak melayani penumpang karena bentuk dari kelompok atau solidaritas," ujar Riswan, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (5/9/2022).

Ia menuturkan, sejak kemarin mereka meminta agar harga angkot penumpang naik.

Baca juga: Tarif Tak Jelas karena BBM Naik, Sopir Angkot di Sorong Turunkan Paksa Penumpang di Tengah Jalan

Sebelumnya, untuk orang dewasa Rp 5.000 per kepala, sementara anak sekolah Rp 3.000 per kepala.

"Kita minta agar harga angkot naik karena sudah dua hari ini BBM sudah menjadi Rp 10.000 per liter," tuturnya.

Untuk itu, semua sopir angkot baik Jalur H, E, A dan B meminta agar bisa ikut naik.

"Kita semua minta untuk orang dewasa Rp 8.000 per kepala dan pelajar Rp 5.000 per kepala," jelasnya.

Ia berharap, keluhan ini bisa direspon baik bagi pemerintah, sehingga pihaknya pun bisa beraktivitas kembali.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved