Tarif Tak Jelas karena BBM Naik, Sopir Angkot di Sorong Turunkan Paksa Penumpang di Tengah Jalan

Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jalur H kembali melaksanakan aksi mogok kerja di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kota Sorong, Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Sopir angkot jalur H kembali melakukan aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 7, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Puluhan sopir angkutan kota (angkot) jalur H kembali melaksanakan aksi mogok kerja di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Tujuh, Kota Sorong, Papua Barat.

Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, aksi mogok sopir angkot jalur H kembali terjadi di depan Taman Deo Sorong, sekira pukul 08.30 WIT, Senin (5/9/2022).

Aksi kali kedua ini diduga lantaran tidak ada kejelasan tarif penumpang, setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Baca juga: Pedagang Sembako di Pasar Sanggeng Manokwari Waswas Usai Kenaikan Harga BBM

Tak hanya melakukan mogok, sopir angkot pun memaksa rekan-rekannya untuk menurunkan penumpang di tengah Jalan Basuki Rahmat.

Hal ini diungkapkan seorang penumpang saat ditemui TribunPapuaBarat.com, di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 7, Kota Sorong.

Walhasil, sopir yang terlanjur melayani penumpang jalur H pun terpaksa menurunkan warga yang tengah ada di dalam kendaraan.

Sebelumnya, Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Sorong, Rizal Latupono mengatakan, kenaikan harga BBM akan berimbas pada tarif penumpang angkot.

"Kita hari ini sudah bersepakat untuk melakukan pertemuan dan penghitungan tarif angkutan," ujar Rizal, kepada awak media, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Lima Media Asing Soroti Kenaikan Harga BBM di Indonesia

Sopir angkot jalur H kembali melakukan aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 7, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022).
Sopir angkot jalur H kembali melakukan aksi mogok di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 7, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (5/9/2022). ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari))

Diprediksi, kenaikan tarif angkutan itu sekira 20 persen dari harga sebelumnya.

"Karena permintaan sopir ini lebih dari ketentuan, sehingga kami panggil perwakilan untuk berembuk besok," tuturnya.

Rencananya, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi besok bersama sopir angkot seluruh jalur.

"Saya pastikan jika selesai maka harga baru akan langsung kita keluar Senin siang," pungkasnya.

Disclaimer: Hingga berita ini dinaikkan, TribunPapuaBarat.com, masih melakukan upaya konfirmasi kepada para sopir terkait aksi mogok.

(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved