BBM Resmi Naik, Harga Cabai Lokal Sorong Ikut Melonjak

Sejumlah pedagang di Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat, mulai mengeluh lantaran komoditi cabai rawit dan cabai keriting lokal mengalami kenaikan.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Sejumlah pedagang Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat, mengeluh harga cabai lokal naik, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah pedagang di Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat, mulai mengeluh lantaran komoditi cabai rawit dan cabai keriting lokal mengalami kenaikan harga.

Hal ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah dalam menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Seorang pedagang di Pasar Remu, Fitri (19) mengatakan, harga cabai rawit dan keriting lokal mulai mahal di pasar sejak kemarin.

Baca juga: HMI dan Mahasiswa Manokwari Distribusi Bantuan ke Korban Banjir Sorong

 

"Harga cabai lokal baik rawit lokal sudah naik Rp 100.000 per kilogram," ujar Fitri, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (6/9/2022).

Harusnya, jika kondisi normal penjualan cabai rawit lokal, hanya dikisaran Rp 60.000 per kilogram.

Selain itu, untuk cabai keriting lokal sebelumnya dijual dengan harga Rp 40.000 per kilogram.

"Kalau dulu Rp 40.000 namun saat ini sudah naik menjadi Rp 60.000 per kilogram," tuturnya.

Ia berujar, kenaikan harga ini terjadi sudah sekitar tiga hari kemarin.

Pedagang asal Makassar ini berharap, pemerintah harus bisa mencari jalan agar BBM tidak naik terus-terusan, agar tidak menyulitkan warga kecil di Sorong.

Baca juga: Meski BBM Naik, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sentral Remu Kota Sorong Masih Stabil

Senada dengan itu, pedagang Pasar Remu, Aska (23) menjelaskan, kenaikan harga cabai di pasar tidak hanya karena stok, namun karena naiknya harga BBM.

"Kita jual cabai sudah dua dari hari kemarin naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 110.000 per kilogram," jelas Aska.

Sementara cabai keriting dijual Rp 60.000 per kilogram, sebenarnya cabai keriting di jual Rp 40.000 per kilo.

Ia berharap, persoalan ini harus bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah, agar warga pun bisa merasa kehadiran negara di tengah-tengah mereka.(*)

Berita terkait lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved