Nelayan Manokwari Tidak Persoalkan BBM Naik Asalkan tak Sulit Beli Minyak untuk Melaut

Nelayan Manokwari Tidak Persoalkan BBM Naik Asalkan tak Sulit Beli Minyak, sebab selama ini para nelayan kesulitan membeli BBM untuk kebutuhan melaut

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Jefri Susetio
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun)
Gambar cuaca ekstrem di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, membuat sejumlah nelayan di Borobudur enggan melaut, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pengurus Pasar Ikan Sanggeng Manokwari, Elia Msen mengatakan, persoalan utama yang dihadapi para nelayan di Manokwari bukan naiknya harga BBM. Tetapi, ketersediaan pasokan minyak.

"Pertama harga murah tapi untuk stok BBM melaut sangat susah," ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com.

Ia menambahkan, selama ini kesulitan utama yang dirasakan nelayan adalah stok terbatas.

Baca juga: 6 DPRD Kota Sorong Temui Pendemo, Satu Jam Berorasi Tolak BBM Naik

Baca juga: INILAH Sikap Tegas BEM STKIP Manokwari Tolak Kenaikan BBM: Picu Angkat Kemiskinan

Sehingga mereka terpaksa membeli minyak dari pengecer sebelum melaut. Jadi, harga minyak yang mereka beli dari dulu sudah lebih tinggi dari harga normal.

Adapun tingginya harga BBM untuk nelayan karena stok di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) terbatas.

"Karena nelayan kita yang ada di Manokwari ini sudah cukup banyak," katanya.

Dia menuturkan, manajemen SPBN mengambil kebijakan dengan melakukan pengisian dua kali dalam satu pekan. Agar ketersediaan stok BBM untuk nelayan dalam satu bulan tetap ada.

Selain itu, kata dia, masing-masing nelayan diberi jatah 60 liter. Jadi, tidak cukup mencari ikan yang sudah jauh.

"Dari Manokwari itu bisa 75 sampai 80 mil, jadi memang jatah 60 liter itu tidak cukup," ujarnya.

Baca juga: Polres Sorong Bagi Sembako untuk Sopir Angkot dan Tukang Ojek, Turut Bantu Ekonomi Warga

Baca juga: Profil SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, Brigjend Yusuf Ragainaga Jadi Kepala Sekolah

Pernyataan senada disampaikan nelayan di Pasar Ikan Sanggeng lainnya, Yosep (47).

Sebagai nelayan ia hanya berharap stok BBM tersedia sehingga bisa melaut.

"Kitong nelayan ini tidak bisa bikin apa-apa lagi, yang penting tong bisa dapat minyak untuk pergi mancing itu sudah cukup," pungkasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved