Berita Manokwari

Prihatin Berdiri Sejak 2007, SMPN 15 Rendani Cuma Punya 6 Ruang Kelas, Begini Penjelasan Kepsek

Prihatin Berdiri Sejak 2007, SMPN 15 Rendani Cuma Punya 6 Ruang Kelas, Begini Penjelasan Kepala Sekolah

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM//Marvin Raubaba
KONDISI SEKOLAH - Kondisi SMP Negeri-15 Rendani yang kekurangan ruang kelas. Saat ini, mereka hanya punya enam ruang kelas 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - MANOKWARI - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri-15 Rendani, Manokwari, Papua Barat masih kekurangan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar. Padahal, sekolah tersebut sudah berdiri sejak 2007 silam.

Kepala SMP Negeri-15 Rendani, Willem Manggaprouw mengatakan, SMP Negeri-15 Rendani hanya punya enam ruang kelas. Satu di antaranya digunakan sebagai ruang guru.

"Anak-anak belajar pake lima ruangan, satunya kita jadikan kantor," kata Willem saat ditemui Tribunpapuabarat.com, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Ketua Panitia HUT ke-7 Flobamora Papua Barat Sebut Perayaan Kali Ini Bakal Istimewa

Baca juga: Sejarah Ringkat Berdirinya Ikatan Keluarga Flobamora, Clinton: di Tanah Rantau Kita Satu Keluarga

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Manokwari telah membangun tiga ruang kelas baru bersama dua unit rumah guru. Area ruang kelas baru tersebut tidak jauh dari Perumahan Polda Papua Barat.

Ia menuturkan, pembangunan ruang kelas itu dilakukan sejak 2018 namun belum ditempati karena fasilitas belum lengkap.

Saat ini, sekolah sedang berupaya melengkapi sejumlah fasilitas. Seperti, meja, kursi serta jaringan listrik.

Bila seluruh fasilitas sudah lengkap maka proses perpidahan ke sekolah baru segera direalisasikan.

"Daya tampung sekolah lama tidak cukup. Kami cicil sesuai kemampuan sekolah, karena di sini jumlah siswa makin bertambah," ujarnya.

Baca juga: Bangkitkan Wirausaha Milenial Papua Barat, Waket DPP KNPI Beri Apresiasi Paulus Waterpauw

Baca juga: BPK Papua Barat Sebut Pemeriksaan Kinerja Enam Objek Masih Bergulir

Sebagai informasi, jumlah siswa aktif di SMPN 15 Rendani berjumlah 442 orang dengan 13 rombongan belajar, dan guru di sekolah ini mencapai 10 orang.

Sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menerapkan sistem shift, atau bergantian dari pagi dan siang hari.

"Kelas sembilan dan delapan, a,b,c sekolah pagi, dan kelas tujuh masuk siang," katanya.

Kendati demikian, ia berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari karena sudah memberikan perhatian khusus untuk SMPN 15 Rendani.

Ia mengungkapkan, tahun 2023 pemerintah dipastikan akan menambah bangunan serta melengkapi sarana prasarana yang selama ini masih kurang.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved