Pedagang Daging Babi di Manokwari Papua Barat Belum Miliki Lokasi Khusus

Pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan lahan khusus untuk pasar daging

TRIBUNPAPUABARAT.COM/INFAK INSASWAR MAYOR
PEDAGANG - Aktivitas penjualan daging babi di sekitar Jalan Pahlawan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Sabtu (10/9/2022) pagi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejumlah pedagang daging babi di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat belum memiliki lokasi khusus untuk melakukan aktivitas jual beli.

Oleh sebabnya, para pedagang memanfaatkan pinggiran lorong antara Kantor Pengadilan Negeri Manokwari dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manokwari.

Baca juga: Cerita Pedagang Kue Manokwari tak Naikkan Harga Jualannya Meski Tepung, Telur dan BBM Naik

Lebih tepatnya, masyarakat bisa mendapatkan daging babi di kawasan Jalan Pahlawan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat.

"Kami jualan di sini, karena belum ada pasar daging babi di Manokwari," ucap Pardi, salah seorang pedagang daging babi yang ditemui awak media, Sabtu (9/9/2022) pagi.

Baca juga: Sajikan Papeda hingga Keladi Tumbuk di Wisata Kuliner Manokwari, Mama-mama Papua Minta Acara Rutin

Baca juga: Pemkab Manokwari Sediakan Lahan untuk Lapas Manokwari, Kalapas: Kami Tunggu Realisasinya

Baca juga: Film Lamek Karya Anak Papua Buat Pangdam Kasuari Berlinang Air Mata

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Manokwari dapat menyiapkan lahan khusus untuk pasar daging. Sehingga, para pedagang tidak kesulitan untuk berjualan.

Daging babi, kata dia, hanya dijual sekali dalam sepekan yakni setiap Sabtu pagi.

"Karena ini lokasi dekat perkantoran, makanya kami hanya jual Hari Sabtu," tutur Pardi.

Baca juga: Perpustakaan SMP Negeri 6 Wosi Manokwari Raih Akreditasi A

Baca juga: Berangkat dari Literasi, Kegigihan Anak Arfak Berantas Buta Aksara Difilmkan

Pria asal Tanah Toraja itu menerangkan, daging bagi yang dijual ke masyarakat merupakan hewan ternak peliharaan para pedagang sendiri.
Harga daging babi yang dijual bervariasi tergantung kombinasi atau campuran daging.

"Ada yang Rp 140 ribu per kilogram. Dalam sehari kami bisa potong 1 sampai dua ekor babi," jelas dia.

Penyediaan daging disesuaikan dengan permintaan pembeli sebagai konsumen, karena tidak semua warga mengkonsumsi daging ini.

Penjualan daging babi dimulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIT. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved