Berita Manokwari

Curhat Motoris Penyeberangan di Manokwari, Sulit Dapat BBM Subsidi di SPBU, Terpaksa Beli Eceran

Curhat Motoris Penyeberangan di Manokwari, Sulit Dapat BBM Subsidi di SPBU, Terpaksa Beli Eceran, Berikut Pengalaman detirnya

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
SULIT BBM- Feri Rumbrawer (33) dan dua motoris lainnya di Jembatan Ketapang Kwawi, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (11/9/2022) sore. Mereka mengeluhkan sulit mendapat BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Manokwari, sehingga terpaksa membeli eceran yang kini kian mahal. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sejumlah motoris di Jembatan Ketapang Kwawi, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengeluhkan kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Feri Rumbrawer (33), warga Pulau Mansinam, pengemudi motor tempel untuk melayani penyeberangan dari Jembatan Ketapang Kwawi, menuju Pulau Mansinam dan Pulau Lemon, mengakui hal tersebut karena panjangnya antrean BBM subsidi jenis Pertalite.

"Tong (kita/kami) antre terlalu lama, sudah begitu kadang tidak dapat, karena Pertalite habis. Buang-buang waktu, jadi tong terpaksa beli yang eceran," ujarnya saat ditemui TribunPapuaBarat.com, Minggu (11/9/2022) sore.

Baca juga: Bawaslu Manokwari Minta Parpol Edukasi Politik yang Baik, Ketua: Tolak Money Politik

Baca juga: Bermodal Uang Bidik Misi, Iqbal Kurniawan Mahasiswa Universitas Papua Sukses Berbisnis Pakaian

Sebelum kenaikan harga BBM pada Sabtu, (3/9/2022), dia bilang para motoris di Jembatan Ketapang Kwawi cukup membeli Pertalite eceran seharga Rp 50 ribu per lima liter.

Saat ini, mereka harus menyiapkan uang sebesar Rp 80 ribu untuk membeli Pertalite eceran per lima liter.

Imbasnya, tarif penyeberangan transportasi air itu pun ikut dinaikkan.

Dari semula, penumpang dewasa cukup membayar lima ribu rupiah.

Pascakenaikan harga BBM, tarif yang dipasang untuk penumpang dewasa adalah Rp 10 untuk sekali perjalanan.

Kenaikan tarif penyeberangan ini, diakui Rumbrawer untuk menyeimbangi biaya operasional transportasi air jenis motor tempel itu.

Pasalnya, para motoris membutuhkan setidaknya 10 liter Pertalite, untuk tiga kali melakukan rute penyeberangan pulang pergi, Jembatan Ketapang Kwawi - Pulau Mansinam, atau Jembatan Ketapang Kwawi - Pulau Lemon.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved