Berita Manokwari

Dampak Kenaikan BBM, Warga Manokwari Keluhkan Tingginya Biaya Transportasi: Harus Hemat

Pascakenaikan Harga BBM, Warga Manokwari Keluhkan Tingginya Biaya Transportasi: Harus Hemat begini celotehnya

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
KENAIKAN BBM - Penumpang hendak menaiki motor tempel untuk menyeberang dari Jembatan Ketapang Kwawi, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, menuju Pulau Mansinam, Senin (12/9/2022). Pascakenaikan BBM, warga Manokwari mengeluhkan biaya transportasi yang kian membengkak. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Sabtu (3/9/2022) lalu, sejumlah warga Manokwari, Papua Barat mulai mengeluhkan biaya transportasi yang membengkak.

Rahel Mambor (42), warga Kelurahan Sanggeng, pengguna jasa ojek, dan motor tempel tiap harinya, mengaku harus menyisihkan lebih banyak uang untuk kedua jenis transportasi itu.

"Kalau dulu itu sa pulang pergi dari Manokwari ke Pulau Mansinam cukup bayar Rp 30 ribu, sekarang sudah Rp 60 ribu per hari," ujarnya saat ditemui awak media di Jembatan Ketapang Kwawi, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (12/9/2022).

Baca juga: DPC PDIP Manokwari Buka Rekrutmen Caleg, Simak Penjelasan Sekretaris

Baca juga: Pascakenaikan BBM, Motoris Transportasi Air di Manokwari Minta Kemudahan Dapat BBM Subsidi

Tugasnya sebagai seorang tenaga kesehatan di Pulau Mansinam, memaksanya harus menjalani rutinitas pulang pergi Manokwari - Pulau Mansinam tiap hari kerja.

Dia mengaku, tarif ojek dalam Kota Manokwari sudah naik dari sebelumnya Rp 5000 menjadi Rp 10 ribu.

Sedangkan, ongkos motor tempel untuk sekali penyeberangan, juga naik menjadi Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 5 ribu.

Setibanya di Pulau Mansinam, ia masih harus menempuh jarak beberapa ratus meter untuk sampai di lokasi yang dituju. Sehingga kembali menggunakan jasa ojek dengan bayaran Rp 10 ribu.

Pernyataan serupa disampaikan, Magdalena Rumadas (22), warga Pulau Mansinam. Pada umumnnya, masyarakat Pulau Mansinam akan sesekali ke Manokwari untuk berbelanja kebutuhan pokok.

"Tong (kita/kami) di Mansinam itu tidak ada pasar yang besar. Jadi, kalau mau beli barang toko atau sayur begitu, tong pergi kota. Satu minggu kadang bisa satu atau dua kali. Sekarang ongkos semua su naik, jadi pikir-pikir lagi kalau mau ke kota," kata Rumadas.

Solusinya Mulai Berhemat

Dia menyiasati kondisi ini dengan mulai hidup berhemat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved