Hakim Pengadilan Negeri Manokwari Vonis Pekerja Tambang Emas Ilegal 6 Bulan Penjara

Enam terdakwa kasus tambang emas ilegal mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/9/2022).

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Enam terdakwa kasus tambang emas ilegal menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Enam terdakwa kasus tambang emas ilegal mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/9/2022).

Terdakwa yang merupakan pekerja tambang emas ilegal dengan alat tradisional itu, divonis penjara oleh hakim selama enam bulan serta dikenai denda sebesar Rp 50 juta.

Mereka divonis memenuhi unsur Pasal 158 Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang penambangan mineral dan batu bara.

Baca juga: 1 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Pegunungan Arfak Papua Barat Terpapar Malaria

Hal ini diungkapkan Hakim Ketua Pengadilan Negeri Manokwari, Cahyono Riza Adrianto.

"Terdakwa divonis hukuman penjara enam bulan, denda Rp 50 juta pengganti penjara satu bulan," ujar Cahyono, Selasa (13/9/2022).

Mereka dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp 5000.

"Kita juga memerintahkan agar barang bukti berupa emas 1,94 gram disita oleh negara dan juga alat tambang tradisional disita," tuturnya.

Selanjutnya, alat tambang itu akan dimusnahkan.

Ia berujar, untuk enam penambang juga diperintahkan untuk tetap ditahan.

Selain itu, kuasa hukum terdakwa Paulus Sonda mengaku, pihaknya menerima putusan majelis hakim terhadap para kliennya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved