Berita Sorong

Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Moso Komitmen Jalankan Arahan Presiden, Tekan Laju Inflasi

Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Moso Komitmen Jalankan Arahan Presiden, Tekan Laju Inflasi, Berikut Ulasannya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
INFLASI- Penjabat Bupati Sorong Yan Piet Mosso berkomitmen menjalankan arahan Presiden Joko Widodo terkaitpaut pengendalian laju inflasi di Kabupaten Sorong 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG- Penjabat Bupati Sorong, Yan Piet Moso berkomitmen menjaga inflasi sehingga ekonomi stabil. Karena itu, seluruh jajaran OPD untuk menekan laju inflasi.

Hal ini disampaikannya kepada TribunPapuaBarat.com saat bersilaturahmi dengan GM Bisnis Tribun Papua-PapuaBarat.com, Marina Napitupulu, Senin (13/9/2022).

"Tentu arahan Presiden ini akan menjadi perhatian kami di daerah untuk menjaga inflasi," ujarnya.

Baca juga: Silatuhrami dengan Tribun, Pj Bupati Sorong: Hadir Angkat Potensi Daerah Bersaing di Nasional

Baca juga: Sebelum HUT Pemkab Manokwari, Bupati akan Bedah Rumah Warga, Sasarannya Ratusan Masyarakat

Melalui dana alokasi umum dan dana bagi hasil dengan presentase dua persen bisa menjaga ketahanan pangan dan ekonomi di Kabupaten Sorong.

Sebanyak 34 Provinsi, 98 Kota dan 410 Kabupaten se-Indonesia mengikuti arahan Presiden sehubungan dengan inflasi nasional dan inflasi daerah.

"Arahan berlangsung lewat zoom meeting di ruang command center Dinas Kominfo Kabupaten Sorong," katanya.

Dalam arahan Presiden, pascakenaikan harga BBM sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 500/4825/SJ tentang penggunaan belanja tak terduga dalam rangka Pengendalian Inflasi di Daerah .

"Lewat pemaparan presiden, Provinsi Papua Barat masih mengalami pertumbuhan inflasi yang stabil berada di angka 3,1 persen," jelasnya.

Baca juga: KETUA Partai Prima Manokwari Edison Ijie, Dulu Aktivis Mahasiswa, Sempat Dilarang Istri Berpolitik

Baca juga: Pemkab Manokwari Berikan Dana Pendidikan untuk Ratusan Mahasiswa: Langsung ke Rekening

Melalui arahan presiden, lanjut dia, kenaikan BBM berdampak naiknya inflasi sebesar 1,8 persen.

Untuk itu Presiden mengajak pemerintah daerah, gubernur, wali kota dan bupati untuk sama-sam bekerja menekan laju kenaikan inflasi di daerah.

"Dan, ini yang kita tidak mau, oleh sebab itu gubernur, bupati, wali kota, bersama pemerintah pusat kerja bersama-sama. Seperti saat kita bekerja secara serentak dalam mengatasi Covid-19," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved