Papua Barat Memilih

Gelar Sosialisasi Kepemiluan, Bawaslu Papua Barat Tekankan Penyandang Disabilitas Punya Hak Serupa

Gelar Sosialisasi Kepemiluan, Bawaslu Papua Barat Tekankan Penyandang Disabilitas Punya Hak Serupa

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Libertus Manik Allo
SOSIALISASI KEPEMILUAN - Suasana sosialisasi penguatan pemahaman dan pengawasan kepemiluan bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan Bawaslu Papua Barat di Aula Hotel Oriestom, Jalan Trikora Wosi Taman Ria, Manokwari, Rabu (14/09/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua Barat melaksanakan sosialisasi penguatan pemahaman dan pengawasan kepemiluan bagi penyandang disabilitas di Aula Hotel Oriestom Jalan Trikora Wosi Taman Ria, Manokwari, Rabu (14/09/2022).

Komisioner Bawaslu Papua Barat, Agustinus Simson Naa mengatakan, tujuan daripada kegiatan ini adalah menyampaikan kepada penyandang disabilitas terkait dengan kesamaan hak mereka dalam tahapan serta pemilihan umum (Pemilu) 2024. 

Dalam Pasal 5 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dijelaskan penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih.

Baca juga: Pengurus Partai Hanura Papua Barat Diminta Intens Komunikasi serta Koordinasi ke KPU dan Bawaslu

Baca juga: Setelah Staf KPK Digebuk Warga, Kasatgas Dian Patria Minta Tutup Galian C Kota Sorong Bukan Slogan

Dan, sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), sebagai calon Presiden/Wakil Presiden, sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selanjutnya sebagai penyelenggara pemilu.

Itu artinya, lanjut dia, dalam tahapan hingga pada saatnya pemilu 2024, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga negara yang tidak berkebutuhan khusus.

"Sehingga mereka diatur lebih khusus dengan Pasal 5 Nomor 7 Tahun 2017. Mereka ini diberikan ruang paling depan. Berbeda dengan kita-kita yang tidak berkebutuhan khusus ini," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi penguatan pemahaman dan pengawasan kepemiluan bagi kaum disabilitas yang diselenggarakan Bawaslu Papua Barat ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya melibatkan penyandang disabilitas.

Baca juga: Hermus Indou akan Ambil Langkah Cegah Begal dan Jambret di Manokwari

Baca juga: DJPb Catat Penyaluran KUR di Papua Barat Tembus Rp 734,20 Miliar

Sehingga, ia berharap penyandang disabilitas khususnya di Provinsi Papua Barat dapat membantu Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Agar tahapan pemilu dan pada saatnya memilih, dapat berjalan aman dan lancar.

Dikarenakan keterlibatan semua pihak baik masyarakat biasa maupun penyandang disabilitas.

"Kami sangat harapkan, apabila teman-teman penyandang disabilitas memgetahui adanya informasi pelanggaran baik itu dalam tahapan pemilu maupun pemilu. Agar bisa berpartisipasi langsung dengan menginformasikan ke Bawaslu," pungkasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved