Berita Manokwari

Hermus Indou akan Ambil Langkah Cegah Begal dan Jambret di Manokwari

Bupati Manokwari Hermus Indou akan Ambil Langkah Cegah Begal dan Jambret di Manokwari, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Infak Insaswar Mayor
BUPATI - Bupati Manokwari Hermus Indou menjelaskan berbagai langkah untuk mencegah begal di Manokwari 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manokwari akan mengambil langka tegas terkait maraknya aksi kawanan begal.

Bahkan ia berjanji akan berkerja sama dengan berbagai pihak agar persoalan tersebut pelaku begal diberikan sanksi tegas.

"Pemda akan kerjasama dengan kepolisian, kejaksaan dan pengadilan," ujar Hermus Kepada awak media seusai acara pembukaan sosialisasi lingkungan se-Distrik Manokwari Barat.

Baca juga: KABAR DUKA: Pencipta Lagu Papua Apuse, Tete Mansodir Sarumi Meninggal Dunia

Baca juga: Persis Solo Dirumorkan Punya 2 Calon Pelatih, Ini Sosok dan Rekam Jejaknya di Dunia Sepak Bola

Menurutnya kerja sama antar instansi agar proses hukum bisa cepat dilakukan. Selain itu, ia akan mengoptimalkan satgas kamtibmas.

"Tentu saja melibatkan polres dan kodim serta unsur masyarakat untuk mencegah begal dan jambret," katanya.

Tidak hanya itu, banyak anak anak di Manokwari duduk di persimpangan atau pinggir jalan untuk memakai lem Aibon.

"Anak-anak kecil yang tiap hari duduk dengan lem aibon," ujarnya.

Dia menambahkan, rata-rata aksi begal yang dilakukan oleh anak muda yaitu meraka yang menggunakan narkotika dan lem aibon.

Oleh karena itu, deteksi lingkungan akan dilakukan dengan melibatkan setiap kepala distrik, lurah dan RT/RW di Manokwari.

Baca juga: DJPb Catat Penyaluran KUR di Papua Barat Tembus Rp 734,20 Miliar

Baca juga: Polres Manokwari Periksa 6 Saksi untuk Ungkap Misteri di Balik Temuan Mayat Wanita di Hutan Arfai

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemuda yang berpotensi melakukan kejahatan bisa lebih cepat ditindak. Dan dicegah, sehingga tidak meresahkan masyarakat.

"Akan dibuat rumah singgah," kataya.

Ia mengungkapkan, butuh waktu yang lama untuk menyadarkan pikiran pengguna obat terlarang. Jadi, pembinaan harus dilakukan untuk normalkan kembali pikiran mereka.

Sebab, penggunaan obat terlarang tidak bisa hanya sebatas berbicara atau nasehat untuk mengembalikan pola hidup baik.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved