PPUAD Harapkan Pemilu 2024, Penyandang Disabilitas Lebih Diperhatikan

PPUAD Harapkan Pemilu 2024, Penyandang Disabilitas Lebih Diperhatikan, PPUAD Papua Barat berjumlah 400 orang

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Libertus Manik Allo
PEMILU - Ketua Dewan Pengurus Daerah Pusat Pemilu Akses Disabilitas (DPD PPUAD) Papua Barat, Maria Roslinde Minis meminta, pihak terkait baik itu KPU maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memberikan ruang dan melibatkan penyandang disabilitas yang berkaitan dengan pemilu 2024 mendatang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2024 saat ini sedang berproses di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dan tahapannya pun sudah memasuki masa perbaikan administrasi partai politik (Parpol).

Untuk itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Pusat Pemilu Akses Disabilitas (DPD PPUAD) Papua Barat, Maria Roslinde Minis meminta, pihak terkait baik itu KPU maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memberikan ruang.

Lalu, melibatkan penyandang disabilitas yang berkaitan dengan pemilu 2024. 

Baca juga: Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unipa Ingatkan Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat di Papua Barat

Baca juga: Optimalkan Layanan Kesehatan, BPJS Belanja Masalah Difasilitasi Kesehatan Kota dan Kabupaten Sorong

"Kami senang sekali dengan kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Bawaslu Papua Barat, terkait Penguatan Pemahaman dan Pengawasan Kepemiluan bagi Penyandang Disabilitas," katanya saat ditemui awak media di depan Aula Hotel Oriestom, Jalan Trikora Wosi, Taman Ria Manokwari, Rabu (14/09/2022).

Diungkapkannya, pada pemilu 2019 lalu, penyandang disabilitas tidak aktif dilibatkan dalam tahapan hingga pada saat pemilu.

Oleh karena itu, ia berharap pada tahapan pemilu 2024 ini, pihak dapat dilibatkan dalam kegiatan lima tahun ini.

Saat ini, lanjut Maria, jumlah penyandang disabilitas yang terdata di PPUAD Papua Barat berjumlah 400 orang. Dan itu berasal dari Kabupaten Manokwari.

"Pemilu 2019 lalu, sekitar 190 penyandang disabilitas tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Tapi sekarang untuk 2024 itu sudah," ujarnya.

Lebih lanjut, Maria bilang, selama ini pihaknya aktif berkomumikasi dan berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu setempat.

Baca juga: Setelah Staf KPK Digebuk Warga, Kasatgas Dian Patria Minta Tutup Galian C Kota Sorong Bukan Slogan

Baca juga: Hermus Indou akan Ambil Langkah Cegah Begal dan Jambret di Manokwari

Menurutnya, alasan pihaknya baru dapat melakukan pendataan para penyandang disabilitas di Kabupaten Manokwari, lantaran tidak adanya anggaran.

"Kami berharap pemerintah bisa membantu kami. Sehingga pelaksanaan pemilu 2024 nanti bisa berjalan amam, lancar dan jujut," ucapnya.

"Kami juga ibarat sebagai tiang penyangga. Sehingga kami siap membantu KPU dan Bawaslu dalam mensukseskan pemilu 2024 mendatang," pungkasnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved