Sempat Ditolak Keluarga karena Aturan Adat, Jenazah Wanita di Hutan Manokwari Akhirnya Dimakamkan

Jenazah AS (20) yang sebelumnya ditemukan di semak belukar di Manokwari, sempat mendapat penolakan dari keluarganya saat diarak menuju rumah duka.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Personel kepolisian dari Polsek Manokwari Kota dan Polres Manokwari, melakukan pengawalan jenazah yang tewas di semak belukar hutan Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jenazah seorang wanita berinisial AS (20), yang sebelumnya ditemukan di semak belukar di Manokwari, sempat mendapat penolakan dari keluarganya saat diantar petugas menuju rumah duka.

Sebelumnya, jenazah AS ditemukan di semak belukar hutan Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (12/9/2022).

Penolakan jenazah oleh keluarga tersebut, karena bertolak belakang dari proses adat dan istiadat yang berlaku di wilayah mereka.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Manokwari Kota AKP Barung Limbong.

Baca juga: Polres Manokwari Periksa 6 Saksi untuk Ungkap Misteri di Balik Temuan Mayat Wanita di Hutan Arfai

Petugas Inafis Satreskrim Polres Manokwari, melakukan identifikasi dan olah TKP di Hutan Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (12/9/2022).
Petugas Inafis Satreskrim Polres Manokwari, melakukan identifikasi dan olah TKP di Hutan Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (12/9/2022). ((dok Warga))

"Keluarga sempat menolak menerima korban untuk dimakamkan," ujar Barung, kepada awak media, Rabu (14/9/2022).

Pasalnya secara pemahaman mereka, hal ini berkaitan dengan adat.

Sehingga, mereka meminta agar korban dibawa ke keluarga suaminya.

Ia berujar, jenazah AS sebelumnya disemayamkan di Kamar Jenazah RSUD Manokwari, sejak ditemukan Senin (12/9/2022) hingga Rabu (14/9/2022).

"Baru bisa diambil oleh keluarganya untuk kemudian dimakamkan di TPU Gaya Baru, Kelurahan Wosi, Manokwari, tadi," tuturnya.

Sempat mendapat penolakan, selama proses pemakaman dikawal dari personel Polsek Manokwari Kota dan Sabhara Polres Manokwari.

"Akhirnya pada pukul 12.10 WIT, pihak keluarga menerima jenazah dari petugas RSUD dan kemudian dimakamkan," ucap Barung.

Baca juga: Mayat Wanita di Hutan Arfai Punya 8 Luka di Kepala, Kapolres Manokwari: Inisial AS, Usia 20 Tahun

"Kita juga melakukan mediasi yang kami lakukan bersama dengan Pak Obeth Ayok selaku tokoh dari suku si korban," imbuhnya.

Ia berpesan, bagi keluarga korban harus menerima peristiwa ini dengan lapang dada, untuk proses hukum masih terus ditangani oleh kepolisian.

"Masalah hukum mohon dipercayakan kepada pihak kepolisian, tentang penyelesaian adat silahkan diatur berdasarkan ketentuan yang ada," pungkasnya.

(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved