KPK Sasar Papua Barat

Setelah Staf KPK Digebuk Warga, Kasatgas Dian Patria Minta Tutup Galian C Kota Sorong Bukan Slogan

Setelah Staf KPK Digebuk Warga, Kasatgas Dian Patria Minta Tutup Galian C Kota Sorong Bukan Slogan

TribunPapuaBarat.com
GALIAN C - Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patria saat ditemui awak media di Manokwari, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia meminta pemerintah daerah melalui stakeholder terkait proaktif menghentikan aktivitas Galian C di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, KPK Republik Indonesia, Dian Patria mengatakan, lokasi penambangan pasir itu masuk kawasan hutan lindung.

Oleh sebabnya, segala aktivitas yang berdampak terhadap kerusakan alam segera dihentikan.

Baca juga: PPP Papua Barat Rencanakan Muskerwil 19 September, Dihadiri Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono

Baca juga: Hermus Indou akan Ambil Langkah Cegah Begal dan Jambret di Manokwari

"Provinsi yang punya hutan juga harus gerak, karena lokasi itu masuk kawasan hutan lindung," ujar Dian Patria saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya, Rabu (14/9/2022).

Ia menerangkan bahwa, Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw berulang kali mengeluarkan statement terkait penutupan area Galian C.

Pernyataan itu harus diterjemahkan oleh instansi teknis. Seperti Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL), untuk menggerakkan personil Polisi Kehutanan menghentikan aktivitas Galian C.

"Arahan Pj Gubernur sudah jelas. Nah ini OPD juga gerak dong," tegas Dian Patria.

KPK memastikan akan terus mengawal masalah Galian C di Kota Sorong, sehingga hutan bisa diselamatkan.

KPK terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLK) terkait Galian C.

"Kami akan kawal. Kalau tidak bisa di daerah, kami kawal dari pusat," ucapnya.

Dian berharap, penutupan lokasi Galian C bukan hanya slogan tetapi butuh aksi nyata.

Sebab, masyarakat yang mendiami kampung di sekitar lokasi itu sangat memprihatinkan.

Baca juga: HATI-HATI KPK Sasar Papua Barat, Banyak Temuan Rugikan Negara, Mulai ASN dan Honorer Hantu

Baca juga: KPK Turun ke Papua Barat, Sebut Kepatuhan Penyelenggara Negara Rendah, Banyak Malas ke Kantor

"Jangan PHP terus. Di sana ada Kampung Mari, itu paling miskin," terang dia.

Beberapa waktu lalu, sambung dia, KPK bersama Dinas Kehutanan Papua Barat dan Gakkum wilayah Maluku Papua sudah memasang plang di lokasi Galian C.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved