Berita Manokwari

HWDI Papua Barat Sebut Penyandang Disabilitas Banyak Alami Kendala Akses Pemilih

HWDI Sebut Penyandang Disabilitas Banyak Alami Kendala Akses Pemilih, Pdt Shirley Parinussa beri penjelasan secara mendetail

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Libertus Manik Allo
MINIM PERHATIAN - Ketua DPD HWDI Papua Barat Pdt Shirley Parinussa mengatakan, perhatian pemerintah kepada penyandang dan organisasi disabilitas di Provinsi Papua Barat masih minim. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (DPD HWDI) Papua Barat, Pdt Shirley Parinussa mengatakan, penyandang disabilitas banyak mengalami kendala akses pemilih.

Adapun akses pemilih yang dimaksud mengenai sarana fasilitas pada saat pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta kegiatan sosialisasi kegiatan kepemiluan.

"Akses-akses dan kegiatan seperti itulah yang kami rasakan masih sangat kurang," katanya saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Jalan Trikora Wosi Taman Ria, Manokwari, Kamis (15/09/2022).

Baca juga: HWDI Papua Barat Sebut Perhatian Pemerintah kepada Penyandang dan Organisasi Disabilitas Minim

Baca juga: Temukan Kecurangan Rujukan Berjenjang JKN-KIS, BPJS Perketat Pengawasan

Ia pun berharap, komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengenai, fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas dalam pemilu 2024 bisa ditegakan.

"Sesuai dengan MoU serta apa yang kita sepakati bersama. Pemilu ini pesta demokrasi yang semua warga negara Indonesia berhak dipilih dan memilih, termasuk penyandang disabilitas," ujarnya.

Selain itu, komitmen lainnya yang harus ditegakan KPU dan Bawaslu ialah hak suara.

Baca juga: Peserta JKN-KIS Wajib Pahami Sistem Rujukan Berjenjang, BPJS Ungkap Akibatnya Jika tak Patuh

Baca juga: Cara Komunitas Ketapang Kwawi Melestarikan Penyu di Manokwari

Untuk itu, sambungnya, KPU dan Bawaslu harus melakukan pendataan para penyandang disabilitas yang sudah bisa ikut memilih.

"Pendataan dilakukan harus di 13 kabupaten/kota. Sehingga teman-teman penyandang disabilitas terakses dan dapat hak pilih," ujarnya.

Ditambahkan saat ini data penyandang disabilitas berdasarkan hasil pendataan HWDI di Kabupaten Manokwari berjumlah 400 orang.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved