Polres Manokwari Bongkar Peredaran Ganja dari Jayapura, Amankan BB Seberat 2,5 Kg

Jajaran Satres Narkoba Polres Manokwari, mengungkap kasus penyeludupan narkotika golongan satu jenis ganja di Jalan Siliwangi Kabupaten Manokwari.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Polres Manokwari ungkap jaringan ganja di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jajaran Satres Narkoba Polres Manokwari, mengungkap kasus penyeludupan narkotika golongan satu jenis ganja di Jalan Siliwangi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengatakan, yang membawa ganja ini satu orang, berjenis kelamin laki-laki berusia AW (21), Kamis (15/9/2022).

"Tersangka AW saat ditangkap ternyata ada barang bukti ganja sebanyak 107 bungkus sedang dan dua bungkus jenis besar," ujar Gultom.

Baca juga: Kasat Narkoba Polres Manokwari Sebut Kasus Ganja Mendominasi

Dari ganja yang diamankan dari tangan tersangka AW, semuanya dengan berat total sekitar 2,5 kilogram.

"Ini merupakan pengungkapan yang sangat luar biasa, karena ini merupakan jumlah cukup besar," tuturnya.

Ia menduga, masih sangat besar pelaku yang menggunakan barang haram ini sehingga suplainya pun cukup banyak.

Gultom menjelaskan, tersangka AW ini membawa barang bukti dari oknum berinisial I di Jayapura dan dibayar dengan upah Rp 5 juta.

Nantinya, AW membawa barang bukti ke E di Manokwari dengan menumpangi KM Gunung Dempo.

"Sebelum diserahkan barang ini ke E kita langsung tangkap AW," jelasnya.

Baca juga: Polres Manokwari Gagalkan Peredaran 500 Gram Ganja dari PNG, Berikut Keterangan Kapolres

Walhasil, saat ini pihaknya telah menetapkan E sebagai DPO kasus narkotika jenis ganja.

"Kita saat ini sudah melakukan pengejaran secara intens kepada yang bersangkutan," ucap Gultom.

Tujuannya, barang ini akan dipasok dari Jayapura dan nantinya dijual di wilayah Manokwari, Papua Barat.

Atas kejadian ini, pihaknya menjerat AW dengan pasal 111 ayat 2 dan 114 ayat 2 UU 35 tahun 2009.

"Ancaman penjara paling singkat enam tahun dan lama 20 tahun dan atau denda Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar," pungkasnya.

(TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved