Breaking News:

Berita Manokwari

Pengakuan Kelompok Tani Hutan TWA Gunung Meja: Kita Jaga Hutan Sambil Produksi

Pengakuan Kelompok Tani Hutan TWA Gunung Meja: Kita Jaga Hutan Sambil Produksi, Anggrek Besi Papua (Dendrobium violaceloflaven)

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
GUNUNG MEJA - Mama-mama Papua yang tergabung dalam KTH binaan BBKSDA Papua Barat, berpose di depan stan miliknya dalam Forestival TWA Gunung Meja, Kampung Ayambori, Manokwari, Papua Barat, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sebagai upaya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat, untuk memberdayakan masyarakat sekitar kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja, dibentuklah kelompok tani hutan (KTH).

Salomina Mudae (43), seorang warga Desa Insirifuri, mengaku telah bergabung di KTH Matoa mulai 2020.

Sejak saat itu, Mudae dan anggota lainnya, dibina oleh staf BBKSDA Papua Barat tentang budidaya Anggrek Papua dan tanaman hidroponik.

"Tong (kami) tidak hanya diajak jaga tong punya hutan, tapi tong juga diajar bagaimana rawat anggrek yang baik," ujarnya saat ditemui sedang menjaga stan KTH di Forestival TWA Gunung Meja, Kampung Ayambori, Manokwari, Papua Barat, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Bupati Manokwari Hermus Indou Ajak Masyarakat Jaga Gunung Meja

Baca juga: Investasi di Timur Indonesia, Biro Hukum: Pengusaha dan Rakyat Harus Dapat Keadilan

Selain membantu dalam proses produksi, BBKSDA Papua Barat juga memfasilitasi KTH untuk pemasaran produknya.

Sebelum bergabung di KTH Matoa, Mudae mengungkapkan, hanya bisa menjangkau pasar lokal, yakni di seputaran Manokwari.

Selepas aktif di KTH binaan BBKSDA Papua Barat itu, dia bisa kebanjiran pesanan Anggrek Papua dari luar Papua pada bulan Desember.

Alhasil, pendapatannya dalam sebulan pun ikut meningkat.

Adapun jenis Anggrek Papua yang dibudidayakan Mudae dan anggota KTH Matoa lainnya, yakni Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum).

Ada juga Anggrek Besi Papua (Dendrobium violaceloflaven) dan Anggrek Dendrobium (Dendrobium mirbelianum).

Beda KTH Beda Produksi

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved