Grup Sasar Wondama Lestarikan Budaya Papua Lewat Irama Suling dan Tambur

Grup Sasar Wondama di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat terus berusaha agar dapat melestarikan budaya Papua melalui irama suling tambur

TRIBUNPAPUABARAT.COM/INFAK INSASWAR MAYOR
PEMUSIK TRADISIONAL - 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Grup musik tradisional Sasar Wondama di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat terus berusaha agar dapat melestarikan budaya Papua melalui irama suling dan tambur.

Mereka kerap membawakan lagu daerah dan lagu rohani ketika tampil dalam berbagai even.

Ketua Grup Sasar Wondama, Sam Imbiri mengatakan, kelompok musik tradisional ini lahir di Kabupaten Teluk Wondama sejak tahun 90-an dan kini tersebar hingga ke Manokwari. Seluruh anggota grup berdomisili di Kota Injil Manokwari.

"Kami sebagai perwakilan Kabupaten Wondama," kata Sam Imbiri kepada awak media di Manokwari, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: Bripka Septinus Arui, Meraih Mimpi dari Keterbatasan Ekonomi Jual Babi Untuk Beli Seragam Sekolah

Baca juga: Pengurus DHD 45 Papua Barat Anjangsana ke Pejuang 45 di Manokwari

Ia menuturkan, jumlah pemain suling sebanyak 15 hingga 30 orang sedang pemain tambur berkisar 5 sampai 10 orang.

"Kami hanya main alat musik, tidak menyanyi," ucap Sam.

Ia melanjutkan, alat musik yang dipakai seperti tambur dan suling bambu adalah buatan sendiri. Proses pembuatan kedua jenis alat musik tradisional itu memakan waktu cukup lama.

"Karena kitong pakai cara manual untuk buat alat musik," jelas Sam.

Baca juga: Elly Krey Seniman Manokwari, Manfaatkan Limbah Kayu Jadi Karya Seni, Ukirannya Sudah di Manca Negara

Baca juga: IPM Tambrauw Terendah di Papua Barat, Pj Bupati Engelbertus: Ini Tantangan bagi Pemerintah

Sam menerangkan, bahan dasar tambur dari kayu perahu karena kualitasnya tahan lama dan ringan. Ukuran tambur bervariasi ada yang besar, sedang dan kecil. Sehingga memudahkan para pemain sesuai kemampuan fisiknya.

Sebagai instrumen tambahan untuk tambur, dipakai pemukul kayu dengan lilitan spons dan kain agar tidak mudah merusak permukaan tambur yang terbuat dari kulit rusa.

Kulit rusa yang digunakan sudah dibersihkan terlebih dahulu dan dijemur hingga kering. Kulit tersebut dipesan dari luar Manokwari

"Ada tali untuk bisa pegang tambur," pungkas Sam Imbiri.(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved