Wisata Papua Barat

Mengenal Tradisi Sasi di Raja Ampat, Kunci Jaga Keanekaragaman Hayati Kawasan Wisata Papua Barat

Masyarakat di Raja Ampat bagian wisata Papua Barat, memiliki tradisi dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

(Indonesia Travel)
Danau Karawop di Pulau Misool Raja Ampat - Masyarakat di Raja Ampat bagian wisata Papua Barat, memiliki tradisi dalam melestarikan keanekaragaman hayati. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Masyarakat di Raja Ampat bagian wisata Papua Barat, memiliki tradisi dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

Diketahui, wisata Papua Barat Raja Ampat, terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.

Raja Ampat kawasan wisata Papua Barat, memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang.

Tidak hanya jenis-jenis ikan, Raja Ampat juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.

Baca juga: Wisata Papua Barat: Ini Sederet Cara Menikmati Keindahan Pulau Wayag di Raja Ampat

Tradisi Sasi di Raja Ampat

Lestarinya alam Raja Ampat, tak lepas dari tangan masyarakat yang berusaha menjaganya.

Ada satu tradisi yang menarik, yakni Tradisi Sasi di Raja Ampat.

Tradisi Sasi bisa bermakna larangan mengambil hasil dari sumber daya alam sebagai upaya pelestarian, untuk menjaga mutu hingga populasi sumberdaya hayati tetap melimpah.

Dalam Tradisi Sasi, memiliki aturan dan prosedur untuk mengambil hasil laut.

Misalnya dengan melakukan penentuan ukuran lobster yang memang boleh ditangkap serta tidak menangkap begitu saja lobster yang bertelur.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved