13 Keluarga di Sorong Tinggal di Gubuk Tanpa Listrik, Hampir Tiap Tahun Rumah Difoto Petugas

Satu warga dari 13 keluarga itu, Bernard Salossa, mengatakan hampir tiap tahun ada petugas dari pemerintah yang memotret rumah mereka.

Editor: Tarsisius M
Maichel/KOMPAS.com
Belasan keluarga di Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, tinggal di gubuk tak layak huni dan tanpa listrik. 

TRIBUNPAPUABARAT.ID, SORONG- Selama 32 tahun, 13 keluarga di Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, tinggal di gubuk tak layak huni dan tanpa listrik.

Satu warga dari 13 keluarga itu, Bernard Salossa, mengatakan hampir tiap tahun ada petugas dari pemerintah yang memotret rumah mereka.

Para petugas itu juga mengambil berkas agar belasan keluarga tersebut mendapat bantuan dari pemerintah.

Bernard tinggal di RT 4/6, Jalan Kolam Buaya, Kelurahan Malanu Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat.

Lokasinya di lereng perbukitan galian C, satu di antara tempat yang diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Dia dan keluarganya bertahun-tahun hidup di gubuk tak layak huni dan gelap gulita lantaran   tak teraliri listrik.

Bagian atap gubuk tak layak huni itu yang dibuat seadanya sering bocor saat hujan turun.

Baca juga: Papua Muda Inspiratif Kota Sorong Salurkan Bantuan untuk Warga yang Terdampak Banjir dan Longsor

Nyatanya, kata Bernard Salossa, belasan keluarga itu terus hidup dalam kemiskinan di tengah kota.

Padahal, mereka tercatat sebagai penduduk Kota Sorong dan tidak tinggal di daerah pedalaman.

"Bantuan melalui Lurah Malanu hingga di tingkat Distrik, kami belum rasakan sedikit pun bantuan yang menyentuh ke kami."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved