Harga BBM Naik, Harga Tomat di Pasar Wosi Manokwari Justru Turun Drastis, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, ucapnya, pedagang di Pasar Wosi mematok harga tomat Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kg.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
SEMBAKO - Kidi (48), pedagang di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Senin (19/9/2022). Dia mengaku harga beberapa komoditas pangan yang dijualnya relatif stabil pascakenaikan harga BBM dua pekan lalu. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Kresensia Kurniawati Mala Pasa

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Dua pekan pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, terpantau relatif stabil.

Kidi (48), pedagang di Pasar Wosi, mengaku harga beberapa komoditas pangan yang dijualnya terbilang normal.

Menurutnya, cabai rawit yang disuplai dari Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, masih dijual Rp 50 ribu per kilogram (kg), sedangkan cabai keriting Rp 40 ribu per kg.

"Bawang merah Rp 50 ribu per kilo dan bawang putih saya jual empat puluh ribu per kilo," ujarnya saat ditemui awak media di Pasar Wosi, Senin (19/9/2022).

Kidi menyebut, tidak bisa memprediksi fluktuasi harga komoditas pangan karena juga sangat bergantung dari stok.

Baca juga: Meski BBM Naik, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sentral Remu Kota Sorong Masih Stabil

"Kalau stok aman dan lancar, harganya pasti stabil. Sekarang pembeli sepi, mungkin karena mereka mulai hemat belanja karena kan harga minyak sudah mahal," ujar warga Sowi itu.

Pedagang lain di Pasar Wosi, Amar (36), mengatakan ada dua komoditas pangan yang mengalami perubahan harga, yakni jeruk nipis dan tomat.

Satu kilogram jeruk nipis dijual Rp 17 ribu dari semula hanya Rp 15 ribu per kg.

Amar menyebut harga tomat turun separuh dari harga sebelumnya, menjadi Rp 7 ribu per kilogram.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved