Wisata Pantai Wondui di Pulau Rumberpon Papua Barat, Bisa Diving Sampai Tracking

Di Pulau Rumberpon, pengunjung dapat menikmati hamparan pasir putih sepanjang tujuh kilometer di Pantai Wondui.

Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Tarsisius M
Dokumentasi Humas TNTC
Pemandangan Pantai Wondui yang memiliki bentangan pasir putih sepanjang 7 kilometer di Pulau Rumberpon, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Libertus Manik Allo

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Papua Barat memang terkenal akan keindahan pulau dan pantainya.

Satu di antaranya ialah Pulau Rumberpon yang wajib masuk dalam daftar perjalanan Anda jika berkunjung ke Papua Barat. Pulau Rumberpon masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Teluk Wondama.

Pengunjung dapat memulai perjalanan dari Bandara Rendani atau Kota Manokwari memakai mobil ke Pelabuhan Gunung Botak, Kabupaten Manokwari Selatan. Estimasi waktu perjalanan sekitar empat-lima jam.

Setiba di Pelabuhan Gunung Botak, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Rumberpon menumpang longboat milik masyarakat. Waktu perjalanan sekitar satu jam.

"Kalau dari Wasior Ibu Kota Kabupaten Teluk Wondama, bisa menggunakan kapal penyeberangan Kasuari Pasific IV," kata Kasubag Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan BBTNTC, Imam Setyo Hartanto, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (20/09/2022).

Baca juga: Ini Rekomendasi 8 Destinasi Wisata Papua Barat di Raja Ampat yang Menarik, Maksimalkan Liburanmu

Di Pulau Rumberpon, pengunjung dapat menikmati hamparan pasir putih sepanjang tujuh kilometer di Pantai Wondui.

Pantai ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin berjemur dan menikmati matahari terbit (sun rise).

Ada pondok wisata milik Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) yang dapat digunakan sebagai penginapan wisatawan.

Apabila tidak ingin tinggal di dalam pondok wisata, pengunjung dapat berkemah di sekitar lokasi pondok wisata di antara rindangnya pepohonan hutan dataran rendah.

"Di sana, Anda dapat  berenang, menyelam menikmati keindahan ekosistem terumbu karang dan fauna laut, atau tracking ke alang-alang Kampung Isenebuay," ujarnya.

Di Pulau Rumberpon, ada juga titik penyelaman berupa kerangka pesawat tempur milik tentara Jepang yang karam semasa Perang Dunia II.

"Untuk spot menyelamnya tak kalah indahnya. Ekosistemnya masih terjaga baik," katanya.(*)

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved