Tarif Ojek Dalam Kota Manokwari Naik Dua Kali Lipat, Perprama Minta Pengertian Penumpang

Menurut Jabar, tarif ojek dalam kota Manokwari sempat bertahan karena harga pertalite belum mengalami kenaikan.

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/ MARVIN RAUBABA
Ojek - Wakil Bendahara Perprama, Jabar, saat dikonfirmasi Tribunpapuabarat.com mengenai kenaikan tarif ojek dalam kota di Manokwari, Papua Barat, Jumat (23/9/2022). 

Laporan wartawan Tribunpapuabarat.com, Marvin Raubaba

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Persatuan Para Pejasa Roda Dua Manokwari (Perprama) resmi menaikan tarif ojek dalam kota, yang sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 per 20 September kemarin.

Soal tarif ojek ke luar kota Manokwari tergantung kesepakatan antara pengemudi ojek dan penumpangnya. 

Wakil bendahara Perprama, Jabar, mengatakan kenaikan tarif ojek dalam kota itu merespons kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 3 September lalu.

"Kenaikan BBM akan berdampak ke semua sektor. Sebagai badan pengurus Perprama, kami juga harus pikirkan anggota kami," katanya saat dijumpai Tribunpapuabarat.com, Jumat (23/9/2022).

Menurut Jabar, tarif ojek dalam kota Manokwari sempat bertahan karena harga pertalite belum mengalami kenaikan.

Saat harga pertalite naik, ucapnya, para pengemudi ojek sepakat untuk menaikan tarif ojek dalam kota.

"Begitu tanggal 3 September kemarin harga pertalite sudah naik, maka kami putuskan untuk naikkan harga ojek dalam kota," kata Jabar.

Baca juga: Terhitung 3 April 2022 Tarif Ojek Manokwari Sudah Naik, Rencana Mau Dinaikkan Lagi

Ia menambahkan, kenaikan tarif ojek ini masih dibatas normal. Ia juga meminta masyarakat agar memahami tukang ojek.

Selain kenaikan harga, ucapnya, BBM juga sulit didapatkan di SPBU lantaran masing-masing kendaraan hanya diberi jatah sekali isi per hari.

Halaman
12
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved