Tiga Tersangka Makar Ditangkap, Polda Papua Barat Dalami Kasus di Kota Sorong

Selain keterangan dari para tersangka makar, kata Kapolda Papua Jabar, polisi pun meminta keterangan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUBARAT.COM/F WEKING
PERSONEL - Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, didampingi Dirlantas Kombes Pol Raydian Kokrosono, saat ditemui awak media di Manokwari, Kamis (22/9/2022). 

Laporan wartawan Tribunpapuabarat.com, Fransiskus Salu Weking

TRIBUNPAPUBARAT.COM, MANOKWARI- Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, mengatakan polisi terus mendalami latar belakang peristiwa makar di Kota Sorong, pada 13 September 2022.

Polisi sudah menangkap tiga tersangka makar yang mengaku sebagai pejabat Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB).

"Sekarang mereka sedang diperiksa," kata Daniel Silitonga kepada awak media di Manokwari, Kamis (22/9/2022).

Selain keterangan dari para tersangka makar, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti lain.

Keterangan dari para tersangka makar, akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Supaya, berkas perkaranya lebih baik. Kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat hukum lainnya, agar sama-sama menyelesaikan," kata Kapolda Papua Barat.

Baca juga: Jumlah Polantas di Papua Barat Masih Kurang, Kapolda Akan Siapkan Sebagian Anggota Baru

Tiga orang yang mengaku sebagai pejabat NFRPB ditangkap oleh Tim Resmob Polres Sorong Kota di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (20/9/2022).

Setelah ditangkap, ketiganya langsung diterbangkan ke Sorong guna mempertanggungjawabkan tindakan penyebaran informasi hoaks yang menimbulkan kegaduhan di ruang publik. 

"Mereka sudah sebarkan informasi hoaks dan disebarkan melalui rekaman video," kata Kapolres Sorong Kota, Johannes Kindangen.

Ketiga orang yang mengaku sebagai pejabat NFRPB melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong pada Rabu (13/9/2022).

Mereka adalah Elias Wetipo sebagai Kepala Staf Khusus Presiden NFRPB, Yuran Pahaboll dan Sekretaris NFRPB Marthen Oiwari Sabonsabra.

Kunjungan kerja itu diklaim bertujuan untuk menata struktur pemerintah dan konsolidasi data kependudukan di negara bagian serta wilayah distrik.

"Kami bertiga ditugaskan oleh Presiden NFRPB, Forkorus Yaboisembut untuk mengunjungi negara bagian," satu di antara ketiganya kepada awak media di Sorong.(*)

 

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved