Kisah Pasangan Dosen Universitas Papua, Pelopor Olah Buah Merah Jadi Obat Herbal di Manokwari 

Dari situlah timbul keinginan Maria Justina Sadsoeitoeboen untuk melakukan riset mendalam tentang kandungan buah merah.

Dokumen pribadi Ibu Rita dan Pak Agus
Dosen biologi Unipa, Agustinus Kilmaskossu dan Maria Justina Sadsoeitoeboen, berpose di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Sabtu, (23/10/2021). Pasangan suami istri ini mempopulerkan buah merah diolah menjadi minyak siap minum di Manokwari, Papua Barat.       

TribunPapuaBarat.com, Kresensia Kurniawati Mala Pasa

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI- Maria Justina Sadsoeitoeboen atau Ibu Rita, dosen biologi tumbuhan Universitas Papua, merupakan orang pertama yang mempopulerkan buah merah diolah menjadi obat herbal di Manokwari, Papua Barat.

Lulusan magister Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, bersama sang suami, Agustinus Kilmaskossu atau Pak Agus, mengolah buah merah menjadi minyak siap minum.

"Awalnya itu dari penelitian tesis tahun 1999. Dari 28 variasi pandan di Papua yang diteliti, ada pandan buah merah ini juga," ujar Ibu Rita saat ditemui TribunPapuaBarat.com di kediamannya di Manokwari, Kamis (23/9/2022).

Dia memperhatikan kebiasaan masyarakat Pegunungan Arfak, dalam pemanfaatan tumbuhan endemik Papua itu.

Kebiasaan warga lokal yaitu mencampur buah merah dalam bahan makanan, terutama saat merebus singkong atau lazim disebut kasbi.

Dari hasil pengamatannya terhadap kulit tubuh orang yang mengonsumsi buah merah, ucapnya, ternyata lebih halus dibandingkan yang tidak memakan buah merah.

Baca juga: Manfaat Buah Merah Bagi Masyarakat Lokal Papua, Penangkap Malaria hingga Kurangi Kolesterol

Dari situlah timbul keinginan Maria Justina Sadsoeitoeboen untuk melakukan riset mendalam tentang kandungan buah merah.

"Kalau saya di biologi itu taksonomi. Jadi, saya hanya melihat jenis-jenisnya. Kalau soal kandungan (buah merah) itu kan  lebih tepatnya dikerjakan oleh ahli gizi," ujar Maria Justina Sadsoeitoeboen.

Karena itu, Ibu Rita berbagi ide kepada rekan dosen dan ahli gizi dari Universitas Cenderawasih, I Made Budi, yang saat itu juga tengah mencari topik penelitian tesis.

Halaman
123
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved