Hari Ketiga Berkantor di Polresta Manokwari, KPK Keluar dengan Koper dan Karton

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan pemeriksaan ketiga di Polresta Manokwari, Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Penyidik KPK saat diwawancarai di Polresta Manokwari, namun enggan memberikan komentar kepada awak media, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melaksanakan pemeriksaan ketiga di Polresta Manokwari, Papua Barat.

Hanya saja, pada pemeriksaan kali ini KPK meninggalkan Polresta Manokwari, sekira pukul 13.20 WIT, Rabu (28/9/2022).

Saat meninggalkan Polresta, tim KPK terlihat mengangkut sebuah koper berwarna hitam dan karton coklat.

Diduga, barang tersebut berisikan dokumen penting terkait bukti pemeriksaan selama tiga hari ini.

Baca juga: Berkantor di Polres Manokwari, KPK Periksa Sejumlah Saksi terkait Dugaan Korupsi

Pantauan TribunPapuaBarat.com, terlihat sekira enam orang penyidik KPK berada di Polresta Manokwari.

Seorang penyidik KPK saat dikonfirmasi di luar ruangan Polresta Manokwari enggan memberikan keterangan ihwal agenda pemeriksaan.

Selain itu, Juru Bicara KPK Ali Fikri yang dihubungi melalui sambungan telepon pun tak merespon terkait agenda pemeriksaan yang digelar secara tertutup di Manokwari Papua Barat.

Diketahui, aktivitas tim KPK berkaitan dengan dugaan gratifikasi yang berjalan sejak 2018 sampaikan dengan 2022.

Hanya saja, masih melakukan pengembangan terkait kasus dugaan korupsi atas pengurusan dana perimbangan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Yang mana, anggaran tersebut bersumber dari APBN-P 2017 dan APBN 2018 lalu.

Baca juga: Pegawai KPK Berkantor di Polres Manokwari, Kapolres: Sampai 3 Hari

Sehingga, saat ini KPK telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka pada Juni 2019.

Mereka yang tekah dijadikan tersangka yakni, Pejabat Kepala Dinas PU Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba, dan anggota Komisi XI DPR RI Periode 2014/2019 Sukiman.

Bahkan pada Agustus 2022 KPK kembali menetapkan Rifa Surya alias RS sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dana perimbangan pada APBN-P 2017 dan APBN 2018.

(TribunPapuaBarat.com/ Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved