Ruang Kelas SMAN 08 Raja Ampat Retak-retak Bahkan Bolong, Siswa pun Khawatir

Menurutnya kondisi ruang kelas yang rusak di SMAN 08 Raja Ampat sangat mengkawatirkannya dan teman-teman.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
LAPANGAN LUMPUR: Kondisi lapangan bola voli di SMAN 08 Raja Ampat di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (27/9/2022). Siswa-siswa di sekolah ingin mengharapkan ada perbaikan ruang kelas dan penambahan fasilitas sekolah. 

Laporan Waratawan TribunPapuaBarat.com Petrus Bolly Lamak

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT- Cerita semangat bersekolah datang dari anak-anak di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Mereka adalah siswa-siswa SMAN 08 Raja Ampat.

Setiap pagi, sebagian besar siswa berjalan kaki kurang lebih 2 kilometer dari tempat tinggal mereka menuju sekolah.

Para siswa SMAN 08 Raja Ampat itu akan menempuh jarak yang sama saat pulang sekolah.

Tantangan mereka untuk bersekolah tidak hanya itu. Kondisi SMAN 08 Raja Ampat pun serba keterbatasan.

Ada ruang kelas yang dindingnya retak-retak bahkan bolong.

Mereka pun tak memiliki fasilitas belajar seperti laboratorium kelas IPA.

Baca juga: Bripka Septinus Arui, Meraih Mimpi dari Keterbatasan Ekonomi Jual Babi Untuk Beli Seragam Sekolah

Kalau pelajaran praktik, mereka menggunakan peralatan seadanya, termasuk menggunakan alam terbuka sebagai laboratorium praktik.

Fasilitas praktik olahraga pun tidak cukup memadai. Kondisi lapangan bola voli berlumpur dan becek saat musim hujan.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunPapaBarat.com, SMAN 08 Raja Ampat berdiri sejak 12 tahun silam.

Hingga kini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah untuk perbaikan sekolah dan menambah fasilitas belajar.

Siswa bernama Imelda Mobalen mengatakan mengimpikan bisa belajar yang nyaman.

Menurutnya, kondisi ruang kelas yang rusak sangat mengkawatirkannya dan teman-teman.

Baca juga: Satpol PP Manokwari Tegur Pemilik Usaha yang Biarkan Siswa Bermain Saat Jam Sekolah 

"Ini sangat tidak nyaman bahkan mengkhawatirkan. Selain mengharapkan ruang kelas yang layak, saya menginginkan supaya sekolah ini bisa punya laboratorium IPA," katanya kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (27/9/2022).

Hal senada juga disampaikan Herlon Salomo Maufilit, ketua OSIS SMAN 08 Raja Ampat.

Herlon mengaku cukup prihatin melihat fasilitas sekolah yang belum memadai.

Kondisi tak lantas menyurutkan semangat belajar Herlon Salomo dan kawan-kawan.

Ia berharap, pemerintah daerah setempat segera membantu memperbaiki gedung sekolah mereka dan membangun fasiltas pendukung belajar .

"Saya bersama kawan-kawan berharap dapat menikmati fasilitas praktek olahraga yang memadai serta laboratorium bahasa dan komputer," kata Herlon Salomo. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved