Belasan Siswa Keracunan

BREAKING NEWS- 11 Siswa SMAN 01 Teminabuan Sorong Selatan Keracunan Setelah Makan Nasi Goreng

Kasat Reskrim Polres Sorong Selatan, Iptu Nafil Viro Yudho, mengatakan peristiwa keracunan itu dilaporkan pihak sekolah dan rumah sakit setempat

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
Istimewa
PELAJAR KERACUNAN: Sebelas siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN-01) Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat keracunan makanan, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG-  Sebelas siswa SMAN 01 Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, keracunan makanan.

Kasat Reskrim Polres Sorong Selatan, Iptu Nafil Viro Yudho, mengatakan peristiwa keracunan itu dilaporkan pihak sekolah dan rumah sakit setempat, Selasa (27/9/2022).

"Benar, kami terima laporan dari sekolah dan rumah sakit ada siswa/siswi kerancunan dan sampai saat ini sudah 11 orang," katanya kepada Tribunnpapuabarat.com lewat sambungan telepon, Kamis (29/9/2022).

Nafil Viro Yudho mengatakan para siswa mengalami keracunan setelah mengkonsumsi nasi goreng, mie bihun, dan telur.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk pihak sekolah dan pelaku usaha yang menjual makanan tersebut.

"Korban-korban ini mengalami keracunan. Pada Selasa, sekira pukul 10.00 WIT sampai pukul 11.00 WIT mereka membeli makanan di depan sekolah," katanya.

Baca juga: Puluhan Tamu Keracunan sesusai Santap Hidangan Pesta Pernikahan, Polisi Periksa Pemilik Hajatan

Barang bukti, ucapnya, sudah diamankan berupa nasi goreng, mie bihun dan telur yang di konsumsi para korban.

Barang bukti itu, sudah dikirim ke Balai Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat.

"Makanannya sudah kami kirim ke BPOM di Manokwari untuk mengecek apakah ada bakteri atau penyebab lain yang mengakibatkan keracunan," kata Nafil Viro Yudho.

Ke-11 siswa SMAN 01 Teminabuan, ucapnya, sedang dirawat inap di rumah sakit umum daerah (RSUD) kabupaten Sorong Selatan.

Korban alami pusing, muntah, dan mual setelah mengkonsumsi makanan yang mereka beli.

Berdasarkan pemeriksan terhadap pelaku usaha, kemungkinan korban keracunan akan bertambah.

"Kemungkinan bisa bertambah, bisa juga tidak. Tergantung situasi dan kondisi siswa yang membeli," ujarnya. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved