Lukas Enembe Tersangka

Polri Siapkan 1.800 Personel Bantu KPK Urus Lukas Enembe, KPK Sebut Gubernur Papua Itu Masih Syok

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan menyiapkan 1.800 personel di Papua jika KPK minta bantuan dalam penanganan kasus Lukas Enembe

Editor: Tarsisius M
Dian Mustikawati for Tribun-Papua.com
ILUSTRASI- Gubernur Papua, Lukas Enembe. Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengatakan Lukas kaget ketika tahu menjadi tersangka.  

TRIBUNPAPUABARAT.COM, JAKARTA - Polri menyiapkan lebih dari seribu personel untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tersangka KPK karena terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Dalam perkara tersebut, KPK sudah memeriksa sejumlah pihak kecuali Lukas Enembe.

Komisi  Antirasuah sudah dua kali memanggil Lukas Enembe, baik saat sebagai saksi maupun tersangka.

Sang gubernur Papua mangkir karena alasan sakit.

Baca juga: Kubu Paulus Waterpauw Laporkan Kuasa Hukum Lukas Enembe ke Bareskrim, Bawa 3 Alat Bukti

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan menyiapkan 1.800 personel di Papua jika KPK meminta bantuan Polri dalam penanganan kasus Lukas Enembe.

"Kami siap untuk mem-back up apabila KPK meminta. Tentunya ,kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi," kata Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2022).

Lukas Syok dan Stres

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengatakan Lukas Enembe kaget ketika tahu menjadi tersangka

Alasan itu yang membuat gubernur Papua itu meminta waktu soal pemeriksaan oleh penyidik KPK.

"Beliau masih minta waktu karena syok, stres dengan penetapan status tersangka. Memang ada sakit sebelumnya, tapi separah apa yang mengakibatkan tidak hadir, itu perlu diperiksa," kata Nurul Ghufron.

Ghufron mengatakan banyak pihak yang diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi Lukas Enembe.

Baca juga: Sewakan Jet Pribadi ke Lukas Enembe, Direktur Asia Cargo Airlines Dicecar KPK

Semua pihak yang dipanggil itu selalu hadir kecuali Lukas Enembe yang kerap mangkir.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Lukas belum memenuhi panggilan KPK karena alasan sakit komplikasi.

Muncul unjuk rasa dari pendukung Lukas di Papua yang mendesak KPK membatalkan status tersangka Lukas.

Di sisi lain, ada juga dorongan dari pemerintah agar Lukas Enembe menaati proses hukum yang berjalan.

Desakan dari masyarakat agar KPK menjemput paksa Lukas Enembe dari kediamannya di Papua juga mencuat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bantu KPK Soal Lukas Enembe, Polri Siapkan 1.800 Personel, Nurul Ghufron: Beliau Syok dan Stres

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved