Raih Perak di PON Papua 2021, Tim Motor Cross Papua Barat Kecewa dan Tagih Janji Bonus dari Pemda

orang tua wali pembalap motor cross Papua Barat kecewa dan kesal terhadap Pemprov, KONI, dan Dispora Papua Barat karena masalah bonus

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Tarsisius M
Dokumentasi Tim Motor Cross Papua Barat
MASALAH BONUS- Foto atlet motor cross Papua Barat saat memenangkan medali perak di kelas 125 cc pada PON Papua 2021. Kini para pembalap kecewa karena belum menerima bonus yang dijanjikan pemda Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tim motor cross Papua Barat di ajang PON Papua 2021 kecewa terhadap pemda Papua, KONI, dan Dispora.

Di PON Papua 2021, tim motor cross menyumbangkan medali perak di kelas 125 cc untuk Papua Barat.

Kini, tim motor cross merasa pencapaian itu terasa sia-sia karena bonus yang dijanjikan pemerintah tidak kunjung direalisasikan.

Para pembalap di tim itu adalah Andre Sondakh, Muhamad Ezel Exel, Nuzul Ram Zidan, I Kadek Oca Kompyang, dan Fajar Krosiawan.

Orang tua satu di antara atlet itu, I Made Sudalayasa, mengaku bangga atas pencapaian anaknya lantaran ikut mengharumkan nama Papua Barat. 

Baca juga: Jawa Barat Jadi Juara Umum PON Papua 2021, DKI Jakarta Runner-up, Papua Barat Peringkat ke-24

Hanya, ia kecewa karena perjuangan para pembalap itu tidak dihargai setelah mengukir prestasi di PON Papua 2021.

Padahal, kata I Made Sudalayasa, tim motor cross Papua Barat saat itu harus bersaing dengan tim kuat dari DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Menurutnya, sejak awal ditawari untuk bergabung dengan Papua Barat, tim motor cross sudah ada perjanjian soal bonus baik lisan maupun tulisan.

Bahkan, ucapnya, janji bonus itu sempat dilontarkan di hadapan publik dan media.

Seiring waktu, janji bonus itu tak kunjung terealisasi.

Baca juga: PON Papua 2021: Seperti Apa Fasilitas di 8 Venue yang Telah Dibangun oleh Kementerian PUPR?

"Kami sempat memaklumi situasi ketika pandemi. Kami menganggap itu sebagai kebijakan karena tidak sesuatu yang sempurna," kata I Made Sudalayasa konfirmasi Tribunpapuabarat.com melalui panggilan Whatsapp, Kamis (29/9/2022).

Setelah pandemi mereda, bonus yang dijanjikan itu, ucap Made, belum kunjung diterima para pembalap tim  motor cross.

Made mengaku sempat berkordinasi dengan pemerintah mengenai bonus atlet, namun mereka diminta untuk menunggu APBD perubahan 2021.

"Katanya sudah ada APBD perubahan di 2021, berarti bulan Maret 2022 sudah seharusnya cair, tahu-tahu tidak juga," katanya.

Ia kecewa dan kesal karena Pemprov Papua Barat, KONI, dan Dispora tidak memberikan penjelasan. 

"Kami sama sekali tidak diberikan penjelasan yang real, mereka pun susah dikontak," katanya. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved