Babak Baru Dugaan Korupsi di KONI Papua Barat, Ditreskrimsus Polda Periksa 12 Saksi

Polda Papua Barat dan Polres Manokwari, melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkup KONI Provinsi Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Ruang depan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jajaran Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Barat dan Polres Manokwari, melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkup KONI Provinsi Papua Barat.

Proses penanganan kasus ini diungkapkan Dirkrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Senin (3/10/2022).

"Kita melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di KONI tahun 2020 kemarin," ujar Romylus, kepada TribunPapuaBarat.com.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Papua Barat Disetop, Ini Alasan Kejaksaan Tinggi

Hingga kini, pihaknya tengah melakukan pendalaman dan telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan.

"Saat ini kita sudah punya semua dokumen-dokumen dan kami sedang mencari keterangan lainnya," tuturnya.

Ia mengaku, telah memeriksa sekira 12 orang saksi terkait dugaan korupsi di KONI Papua Barat.

"Ini merupakan tugas kita untuk dapat mengungkap adanya dugaan korupsi yang diinformasikan langsung dari pengaduan masyarakat," jelas Romylus.

"Untuk kegiatan di KONI Papua Barat ini nilainya anggarannya sekira Rp 100 Milyar."

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Papua Barat Disetop, Ini Alasan Kejaksaan Tinggi

Sementara, terkait dugaan kerugian negara saat ini sedang dilakukan pendalaman.

"Kita saat ini sedang dalam proses pengumpulan bahan untuk membuat terang dugaan tindak pidana korupsi di KONI Papua Barat," ucapnya.

"Kita sudah periksa 12 orang saksi dan itu termasuk pimpinan KONI Papua Barat."

Kemungkinan, pihaknya masih akan memanggil sejumlah saksi untuk membuat lebih terang proses ini.

"Kita tidak lihat dia siapa, tapi kalau sesuai berperan entah kepala bidang, ketua harian dan bahkan ketua umum pun akan kita periksa," pungkasnya.

Disclaimer: Hingga berita ini dinaikkan TribunPapuaBarat.com, telah melakukan upaya konfirmasi kepada Ketua Harian KONI Papua Barat terkait kasus ini, namun belum mendapat balasan.

(TribunPapuaBarat.com/ Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved