Berita Papua Barat

Kenaikan Indeks Transportasi Picu Inflasi Papua Barat 1,02 Persen pada September 2022

Kenaikan Indeks Transportasi Picu Inflasi Papua Barat 1,02 Persen pada September 2022 Dengan andil inflasinya mencapai 0,7654 persen

tribunpapuabarat.com/F. Weking
INFLASI - Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia sedang memaparkan data perkembangan inflasi selama periode September 2022 di Manokwari, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat melaporkan, inflasi gabungan yang terjadi pada September 2022 sebesar 1,02 persen (month to month/mtm).

Hal ini dipicu oleh kenaikan indeks harga dari sembilan kelompok pengeluaran, terutama transportasi mencapai 6,25 persen.

"Kelompok yang paling dominan menyumbang inflasi adalah transportasi," kata Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Jadwal Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 98 Rute Lengkap Oktober 2022

Baca juga: Antisipasi Krisis Pangan, Pemprov Papua Barat Gunakan Lahan Puluhan Hektare untuk Budidaya Tanaman

Ia menjelaskan, indeks harga transportasi mengalami peningkatan dari 109,76 pada Agustus 2022 menjadi 116,62 pada September 2022.

"Dengan andil inflasinya mencapai 0,7654 persen," terang dia.

Lanjut dia, kelompok pengeluaran lainnya yang turut berkontribusi terhadap kondisi inflasi Papua Barat adalah pakaian dan alas kaki 1,21 persen, perawatan pribadi 1,19 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin 0,83 persen.

Kemudian, kelompok restoran 0,50 persen, kesehatan 0,43 persen, perumahan 0,32 persen, rekreasi 0,20 persen dan pendidikan 0,11 persen.

Sedangkan kelompok makanan dan minuman, serta kelompok informasi dan komunikasi mengalami deflasi.

"Sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks," tutur Maritje Pattiwaellapia.

Ia merincikan, ada lima komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar selama periode September 2022 pada dua kota IHK (Manokwari dan Kota Sorong).

Untuk Manokwari meliputi bensin, cumi-cumi, ikan cakalang, daging ayam ras, dan kangkung.

Sementara di Kota Sorong, lima komoditas tersebut adalah bensin, angkutan dalam kota, ikan mumar, ikan oci, dan ikan teri.

"Ada lima komoditas yang memiliki andil inflasi terbesar baik di Manokwari maupun Kota Sorong," terang Maritje Pattiwaellapia.

Menurut BPS, pendorong utama kenaikan indeks harga kelompok transportasi disebabkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved