Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Si Bungsu Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sugianto Menangis di Depan Gubernur Jatim

Nizamudin, ucapnya, memang berniat ke Malang untuk menyaksikan langsung duel Arema FC vs Persebaya Persebaya.

Editor: Tarsisius M
(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
Suasana tragedi Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton di pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM- Tangisan Sugianto pecah di ruang tunggu Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Malang, Minggu (2/10/2022).

Ia menangis sembari menatap foto anaknya di selembar kertas HVS berukuran A4.

Sugianto tidak pernah membayangkan anaknya yang masih remaja, M Nizamudin (15), meninggal dunia akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022)

Nizamudin termasuk satu dari 125 korban meninggal dunia akibat tragedi Stadion Kanjuruhan tersebut.

"Ya Allah, Le (nak)," Sugianto menangis sambil menatap wajah pucat anaknya di kertas HVS.

Baca juga: Berkaca pada Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Persipura Minta Pemain dan Suporter Sportif, Sentil PSSI

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sempat menghampiri Sugianto di ruang tunggu RSSA Malang.

Sugianto tak bisa menahan sedih, tangisan warga Pasuruan kembali pecah di hadapan Khofifah.

"Ini anak saya, Bu. Masih SMP, Bu," ujar Sugianto sambil memperlihatkan foto sang anak di kertas HVS kepada Khofifah.

Nizamudin, ucapnya, memang berniat ke Malang untuk menyaksikan langsung duel Arema FC vs Persebaya.

Sugianto sempat hendak melarang si bungsu itu ke stadion, tapi khawatir Nizamudin menjadi sedih karena tidak bisa menonton langsung pertandingan tersebut bersama teman-temannya.

"Banyak temannya, sekira 10 orang datang ke rumah (menjemput Nizamudin)," kata Sugianto.

Baca juga: Elemen Suporter Persis Solo Berduka atas Tragedi di Kanjuruhan Malang: Kami Pamit Undur Diri

Sugianto sempat berusaha menghubungi anaknya melalui telepon pada pukul 18.00 WIB, dua jam sebelum kick off laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya.

Nizamudin tak menerima telepon itu, tapi hanya mengirim pesan teks kepada sang ayah melalui WhatsApp (WA).

"Terakhir komunikasi waktu hampir pertandingan (dimulai). Sempat saya telepon, tapi tidak terangkat," ucapnya.

"Cuma dia WA 'Ada apa, Pak?' Setelah itu, tidak ada kontak lagi sampai pagi tadi jadi mayat," kata Sugianto.

Kabar tak enak itu semula diterima Sugianto dari teman-teman Nizamudin.

Mereka memberitahukan Nizamudin hilang dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

"Saya tahu dari teman-temannya yang mengajak (Nizamudin) pada Sabtu (1/10/2022) sore itu," kata Sugianto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ledak Tangis Sugianto Tatap Wajah Pucat Anaknya yang Jadi Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved