Penembakan di Maybrat

Kasus Serangan KKB di Maybrat-Bintuni, Komnas HAM akan Mintai Keterangan Pj Gubernur hingga Kapolda

Komnas HAM RI Perwakilan Papua sedang menyelidiki kasus serangan terhadap 14 pekerja proyek jalan trans Papua Barat yang menewaskan empat korban jiwa

Penulis: Tarsisius M | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM/AUSTHEIN YAKARIMILENA
DISKUSI - Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey (kiri) saat berdiskusi dengan redaksi saat kunjungannya ke kantor TribunPapuaBarat.com, di Manokwari, Rabu (05/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Komnas HAM RI Perwakilan Papua sedang menyelidiki kasus serangan terhadap 14 pekerja proyek jalan trans Papua Barat yang menewaskan empat korban jiwa.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, Komnas HAM telah dan akan meminta keterangan kepada sejumlah pejabat di Papua Barat terkait kasus ini.

"Kami akan memintai keterangan beberapa pejabat di sini,” ungkap Frits Ramandey saat berkunjung ke kantor TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Rabu (05/10/2022).

Baca juga: MRPB Dukung Penyisiran KKB di Papua Barat: Aksi Kali Ini Sangat Biadab

Beberapa yang dimintai keterangan, di antaranya Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol Purn Paulus Waterpauw, dan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema

Selain itu, Komnas HAM juga akan memintai keterangan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga dan Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw.

Menurutnya, kasus serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah menjadi perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menko Polhukam, Mahfud MD.

"Pembunuhan dengan cara mutilasi itu telah menjadi perhatian, apalagi ada perempuan (korban selamat)," kata Frits Ramandey.

Baca juga: Kisah Reva Selamatkan Diri dari KKB di Papua Barat, Loncat dari Mobil Hingga Sembunyi di Lumpur

Frits mengatakan pembangunan jalan merupakan satu di antara pemenuhan hak asasi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Karena itu, serangan terhadap pekerja pembangunan jalan trans Papua Barat itu termasuk pelanggaran HAM.

Untuk menyelidiki kasus di Bintani itu, Frits Ramandey membawa dua penyelidik dan dua staf.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Buka Suara soal KKB Serang Pekerja Jalan: Tindakan Hukum

Sebelumnya, KKB menyerang 14 pekerja jalan trans Papua Barat di Kampung Majnik, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (29/9/2022).

Akibat serangan militan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ( TPNPB ) itu, empat orang meninggal dunia.

Sembilan orang bisa menyelamatkan diri. Satu di antara mereka terluka tembak.

Satu-satunya perempuan dari belasan pekerja itu, Dewi Manise alias Reva, sempat dinyatakan hilang.

Ia ditemukan selamat setelah didorong temannya ke jurang dan bersembunyi di lumpur.

Dalam kondisi terluka, Reva lari ke rumah warga hingga dibawa ke pos TNI. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved