Penembakan di Maybrat

Komnas HAM Papua Cari Pemegang Proyek Jalan Trans Papua Barat, Alamatnya di Manokwari

Komnas HAM Papua ingin meminta keterangan perusahaan itu dalam kasus serangan KKB terhadap 14 pekerja proyek jalan trans Papua Barat.

Penulis: redaksi | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Austhein Erixon
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, dan Content Manager TribunPapuaBarat.com, Haryanto, di kantor TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Papua Barat, Rabu (05/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Komnas HAM Papua mencari kantor perusahaan pemegang proyek jalan trans Papua Barat di Maybrat-Bintuni, Papua Barat.

Komnas HAM Papua ingin meminta keterangan perusahaan itu dalam kasus serangan KKB terhadap 14 pekerja proyek jalan trans Papua Barat.

Dalam serangan KKB pada Kamis (29/9/2022) malam tersebut, empat orang meninggal dunia.

"Kami sudah mengetahui nama perusahaannya dan alamat kantornya di Manokwari," kata Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, saat berkunjung ke kantor TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Rabu (05/10/2022).

Menurutnya, proyek jalan trans Papua Barat di lokasi serangan KKB pekan lalu itu merupakan perusahaan lokal Papua Barat.

"Proyek itu didanai APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) ?" kata Frits Ramandey.

Baca juga: Kasus Serangan KKB di Maybrat-Bintuni, Komnas HAM akan Mintai Keterangan Pj Gubernur hingga Kapolda

Selain dari perusahaan pemegang proyek, Komnas HAM Papua juga berencana meminta keterangan para pejabat daerah.

Mereka adalah Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema.

Komnas HAM juga memanggil Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga dan Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw.

Untuk menyelidiki kasus di Bintani itu, Frits Ramandey membawa dua penyelidik dan dua staf.

Baca juga: Bupati Manokwari Kecam Serangan KKB di Bintuni-Maybrat: Aparat Harus Segera Tangkap Pelaku

Diberitakan sebelumnya, KKB menyerang 14 pekerja jalan trans Papua Barat di Kampung Majnik, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (29/9/2022).

Akibat serangan militan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tersebut, empat orang meninggal dunia.

Sembilan orang bisa menyelamatkan diri. Satu di antara mereka terluka tembak.

Satu-satunya perempuan dari belasan pekerja itu, Dewi Manise alias Reva, sempat hilang tiga hari dan ditemukan selamat. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved