Suporter Persis Solo dan PSIM Jogja Jalin Perdamaian, Presiden Pasoepati: 22 Tahun Penantian

Elemen suporter dari Persis Solo dan elemen suporter Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brajamusti menggelar doa bersama.

TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Pendukung klub sepak bola di DIY- Jateng menyalakan lilin sebagai simbol duka atas korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022) malam. Elemen suporter dari Persis Solo dan elemen suporter Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brajamusti menggelar doa bersama. 

Satu di antaranya tokoh Pasoepati, Mayor Haristanto.

Mayor yang juga Presiden Pasoepati pertama kalinya itu menyambut baik pertemuan antar dua suporter yakni suporter Persis Solo dan PSIM.

Terlebih, dirinya mengaku sudah puluhan tahun menunggu adanya pertemuan kedua suporter yang mempunyai tensi yang tinggi saat laga Derby Mataram.

"Tentunya kita senang dan menyambut baik, sudah 22 tahun kita menantikannya ini bahkan lebih," kata Mayor kepada TribunSolo.com, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya mimpi bisa merukunkan Solo dan Jogja adalah sesuatu yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Meskipun, pertemuan yang dilakukan antara suporter itu bukanlah pertemuan resmi.

"Kami sudah berkali-kali untuk merintis itu, tapi rasanya belum ada momen terbaik," ungkapnya.

Baca juga: 28 Anggota Polisi Diperiksa karena Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kadiv Humas Polri: Kami Kerja Maraton

Menurutnya, di tengah keduakaan di Stadion Kanjuruhan, Malang itu ada keberkahan kecil yang bisa membuat suporter bersepakat damai.

"Saya berbahagia dan berbangga, kenapa sih kita harus berseteru antara Jogja dan Solo, wong sesama Mataram.

"Saya senang menyambut gembira, suatu saat yok kita diperkuat kan lagi persaudaraan Solo dan Jogja jangan ada luka di antara kita," ungkapnya.

Mayor berharap setelah pertemuan di Klaten itu, akan dikristalisasi sehingga rasa persaudaraan ini semakin kental.

"Ini upaya untuk merukunkan Solo dan Jogja, meski dilihat langkah kecil tapi bagai saya ini langkah besar," paparnya.

Mataram Is Love

Ini adalah sejarah bagi persepakbolaan daerah Mataram.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved