KKB Serang Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat, LMA Papua Barat: Itu Bukan Budaya Orang Papua

"Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang jadi korban kekejaman KKB," kata Frengky Umpaian.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
BUDAYA: Ketua Harian LMA Papua Barat, Frengky Umpain, mengatakan serangan KKB yang menewaskan empat warga sipil itu bukan budaya orang Papua. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat mengecam penyerangan dan pembunuhan terhadap empat pekerja jalan trans Bintuni-maybrat oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ketua harian LMA Papua Barat, Frengky Umpain, mengatakan perbuatan keji yang menewaskan empat warga sipil itu bukan budaya orang Papua.

Menurutnya, LMA Papua Barat sangat menyesalkan tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan oleh KKB tersebut.

"Sebagai orang Papua saya mau katakan perbuatan keji oknum-oknum itu bukan budaya kami orang Papua," kata Frengky Umpain kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (6/10/2022).

Sebagai generasi muda, ucapnya, LMA Papua Barat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban tindakan kriminal yang dilakukan oleh KKB.

"Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang jadi korban kekejaman KKB," kata Frengky Umpaian.

Baca juga: Soal Serangan Terhadap 14 Pekerja Trans Papua Barat, Pangdam Kasuari Minta Anggota KKB Serahkan Diri

Frengky Umpain mengatakan, mencintai Papua dan rasa cinta terhadap orang Papua tentu tidak semestinya, harus mengorbankan nyawa orang lain.

Menurutnya, kemerdekaan yang sesungguhnya orang Papua harus diperoleh tanpa cara-cara yang mencucurkan air mata.

"Sesungguhnya yang hakiki kemerdekaan itu adalah kebebasan diri kita sendiri untuk mendapatkan seluas-luasnya kehidupan yang layak," ujar Frengky Umpain.

Baca juga: Cocokan Data dari Video, Polda Papua Barat Ungkap Identitas KKB Penyerang Pekerja Jalan Trans

Kebebasan diri sendiri, ucapnya, menjadi hak asasi yang perlu diperjuangkan, yakni di bidang pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

"Sebagai generasi Papua kita ingin rebut Indonesia bukan harus keluar dari NKRI," ujar Frengky Umpain.

Kami ingin rebut Indonesia dengan kemampuan, intelegensi, kapabilitas sehingga orang Papua mampu berada di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan menunjukkan bahwa hitam kulit, keriting rambut, bisa memimpin negara ini menjadi pejabat di republik ini. Itulah hak yang hakiki, bukan rebut Indonesia harus keluar dari Indonesia," kata Frengky Umpain.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved