Liga 1 2022

Sepakat Liga 1 Ditunda, Persis Solo: Lebih Penting untuk Mengambil Pelajaran yang Terjadi di Malang

Persis Solo menghormati keputusan PT LIB dan PSSI terkait penundaan Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 karena adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Instagram @persisofficial
Suporter Persis Solo, Pasoepati memberi dukungan untuk Laskar Sambernyawa dari tribun Stadion. Persis Solo menghormati keputusan PT LIB dan PSSI terkait penundaan Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 karena adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Persis Solo menghormati keputusan PT LIB dan PSSI terkait penundaan Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 karena adanya tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Surat resmi putaran Liga 1 Indonesia musim 2022/2023 ditunda selama 2 pekan telah diterima oleh Manajemen Persis Solo.

Hal itu terlihat daru unggahan di media sosial klub Persis Solo.

"Atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, melalui surat resmi dari PT LIB menyebutkan bahwa kompetisi Liga 1 2022/2023 akan ditunda selama 2 pekan. Sampai bertemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik," tulisnya.

Baca juga: Suporter Persis Solo dan PSIM Jogja Jalin Perdamaian, Presiden Pasoepati: 22 Tahun Penantian

Persis Solo menghormati keputusan penundaan yang diputuskan PT LIB dan PSSI.

Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona mengatakan ada hal penting dari penundaan kompetisi, yakni pelajaran atas tragedi di Stadion Kanjuruhan.

"Kita akan menghormati itu, kita akan patuh terhadap regulasi," kata Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona.

"Karena saya rasa jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana mengambil pelajaran atas apa yang terjadi di Malang supaya tidak terjadi di kemudian hari," tambahnya.

Presiden Jokowi Minta Liga 1 Diberhentikan untuk Evaluasi

Presiden Joko Widodo bersikap tegas terkait peristiwa kerusuhan usai pertandingan Arema vs Persebaya Sabtu (1/10/2022).

Pernyataan orang nomor satu di Indonesia itu disiarkan melalui channel Youtube Sekretariat Presiden Pada Minggu (2/10/2022) siang.

Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang saudara-saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

"Saya telah meminta menteri kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus bagi korban yang sedang di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan terbaik," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi telah menginstruksikan kepada Menpora, Kapolri dan Ketum PSSI untuk melaksanakan evaluasi menyeruluh tentang pelaksanaan sepak bola dan juga pengamanan penyelenggaraannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved