Penembakan di Maybrat

[EKSKLUSIF] Komnas HAM Periksa Bupati Teluk Bintuni soal KKB Bantai Pekerja Jalan Trans Papua Barat

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (6/10/2022).

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(dok Komnas HAM Papua)
Komnas HAM Papua menggelar pertemuan untuk mendengarkan kesaksian dari Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (6/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (6/10/2022).

Pemeriksaan ini berkaitan dengan aksi penyerangan oleh kelompok sipil bersenjata (KSB) terhadap pekerja jalan di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Teluk Bintuni.

Baca juga: KKB Serang Pekerja Jalan Trans Bintuni-Maybrat, LMA Papua Barat: Itu Bukan Budaya Orang Papua

"Kita sudah periksa namun kok sekelas Bupati dia tidak tahu ada proyek di wilayah itu," ujar Frits, kepada TribunPapuaBarat.com.

Ia juga mengaku, selama ini pihaknya tidak mengetahui keberadaan kelompok sipil bersenjata di Bintuni.

"Sayangnya proyek besar sedangkan dilaksanakan di situ kok sampai mereka dibantai Bupati tidak tahu," tuturnya.

Menurutnya, ketidaktahuan Bupati Bintuni merupakan sebuah ironi.

"Kami minta agar Bupati harus segera melakukan evaluasi standar teknis terkait pekerjaan di sana," jelas Frits.

Harusnya, ada koordinasi yang dilakukan secara intensif oleh Dinas PU baik di kabupaten dan provinsi.

Polda Papua Barat merilis 12 nama yang masuk dalam DPO kasus pembantaian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (6/10/2022).
Polda Papua Barat merilis 12 nama yang masuk dalam DPO kasus pembantaian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (6/10/2022). (dok Polda Papua Barat)

Baca juga: 11 Anggota KKB yang Serang Pekerja Jalan Teridentifikasi, Polda Papua Barat: Ada DPO Kisor Maybrat

Ia berujar, pihaknya mengajukan pertanyaan yang harus diklarifikasi kepada Bupati Bintuni.

Hanya saja, Bupati justru tidak mengetahui pekerjaan jalan, jumlah anggaran, hingga perusahaan yang ikut tender pun tak diketahui.

Menurutnya, semua ini akan jadi catatan dan nantinya dirangkum untuk selanjutnya dibuat langkah lebih lanjut.

(TribunPapuaBarat.com/ Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved