Kapolda Papua Barat Angkat Bicara Putusan Pecat 2 Anggotanya terkait Kasus Jilat Kue HUT TNI

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga angkat bicara terkait keputusan PTDH terhadap dua oknum anggotanya yang dipecat.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Haryanto
dok Humas Polda Papua Barat
Dua anggota Polantas Polda Papua Barat yang viral di video saat menjilat kue ulang tahun diamankan di Ruang Tahanan Polda Papua Barat, Rabu (5/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga angkat bicara terkait keputusan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) terhadap dua oknum anggotanya yang menjilat kue ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hasil sidang etik keduanya telah dilakukan dan diputus di Polda Papua Barat, pada Jumat (7/10/2022).

Meskipun belum mendapatkan laporan, Kapolda menyatakan, penentuan hukuman melalui sidang komisi sesuai dengan hasil pemeriksaan.

"Nanti akan saya lihat hasilnya seperti apa, saya belum dilaporkan. Katanya, hari ini sudah diputuskan," ucap Kapolda, Jumat.

Baca juga: Kronologi Oknum Polisi Jilat Kue HUT TNI: Buntut Video Viral 9 Detik, Dipecat dari Polda Papua Barat

Namun, ia juga menilai bahwa persoalan sanksi yang diberikan sudah berlebihan.

Akan tetapi, dikatakan Kapolda bahwa keputusan ini merupakan proses sidang pertama, sehingga masih ada upaya banding.

"Semua punya hak untuk mendapatkan keadilan," pungkasnya.

Baca juga: MOTIF 2 Oknum Polisi Polda Papua Barat yang Dipecat Gara-gara Jilat Kue HUT TNI

Kolase foto dua oknum anggota Polda Papua Barat yang terekam video menjilat kue untuk TNI dalam rangka HUT ke-77, pada Rabu (05/10/2022) lalu. Keduanya kini telah diberhentikan dengan tidak hormat.
Kolase foto dua oknum anggota Polda Papua Barat yang terekam video menjilat kue untuk TNI dalam rangka HUT ke-77, pada Rabu (05/10/2022) lalu. Keduanya kini telah diberhentikan dengan tidak hormat. (KOLASE TRIBUNPAPUABARAT.COM/PUPUT WULANSARI)

Sebelumnya, keputusan PTDH terhadap dua oknum anggota Polda Papua Barat yang menjilat kue HUT TNI telah selesai dibacakan pada sidang etik yang digelar di Polda Papua Barat, sekira pukul 09.00 WIT, hinga 11.30 WIT, Jumat.

"Dua terperiksa yakni Bripda DB dan Bribda YFP dinilai telah membuat konten yang mencederai institusi TNI," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, Jumat.

Pasca kejadian pada Rabu (5/10/2022) pagi, pihaknya langsung menahan kedua anggota oleh Propam Polda Papua Barat.

"Kedua orang itu langsung diperiksa, dan melengkapi berkas untuk kesiapan sidang kode etik," tuturnya.

"Hari ini Polda Papua Barat telah melakukan sidang kode etik profesi yang dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Papua," ungkap Kombes Pol Adam Erwindi.

Baca juga: Gara-gara Video 9 Detik Menjilat Kue HUT TNI, 2 Polisi Dipecat dari Polda Papua Barat

Aksi kedua oknum anggota Polda Papua Barat itu memang diputuskan masuk dalam perbuatan tercela.

"Kedua orang ini kemudian telah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota Polri," tegasnya.

Hanya saja, diakuinya keduanya telah mengajukan banding, maka dari itu masih menunggu hasil dari langkah kedua oknum tersebut.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved