Berita Papua Barat

DKP Papua Barat Gelar Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Sertifikasi Selam

DKP Papua Barat Gelar Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Sertifikasi Selam bertujuan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya dan ekosistem laut

tribunpapuabarat.com/F. Weking
REHABILITASI - DKP Papua Barat menggelar kegiatan rehabilitasi wilayah pesisir dan pelatihan sertifikasi selam di salah satu hotel di Manokwari, Selasa (11/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan rehabilitasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sekaligus pelatihan sertifikasi selam bagi ASN DKP.

Kegiatan yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kabupaten Manokwari, bertujuan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya dan ekosistem wilayah pesisir.

"Sekaligus melestarikan dan memanfaatkan pesisir untuk usaha masyarakat pesisir," kata Pelaksanaan harian (Plh) Kepala DKP Papua Barat Enos Silpanus, Selasa (11/10/2022).

Baca juga: Ketapang Dive Kwawi Harapkan Pemerintah Bentuk Regulasi Lindungi Laut

Baca juga: 2 Masalah Nelayan Segera Diselesaikan Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Ini Penjelasannya

Ia menjelaskan, terumbu karang merupakan ekosistem bawah laut dan habitat dari berbagai jenis ikan serta biota laut lainnya.

Keanekaragaman terumbu karang berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata bawah laut.

"Potensi pengembangan pariwisatanya cukup menjanjikan," ucap Enos Silpanus.

Namun, sambung dia, ekosistem tersebut rentan dengan kerusakan karena faktor alam seperti badai, ombak, tsunami dan perubahan suhu air laut.

Kemudian, aktivitas manusia juga kadang berdampak terhadap kerusakan terumbu karang tersebut.

Seperti penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, aktivitas penyelaman, dan kapal yang menabrak karang.

"Termasuk kegiatan di daratan yang dapat mencemari lingkungan laut," kata Enos Silpanus.

Ia melanjutkan, upaya rehabilitasi terhadap keberlangsungan ekosistem terumbu karang harus mendapat perhatian serius.

Salah satu cara merehabilitasi terumbu karang yang rusak adalah transplantasi dengan sejumlah manfaat.

Antara lain, mempercantik ekosistem laut dan membuatnya lebih hidup, melestarikan jenis ikan tertentu yang terancam punah dan menjaga keseimbangan alam perairan.

"Serta menjaga keanekaragaman hayati di perairan," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved