Bantu Promosi Produk Lokal, Pemkab Sorong Gelar Pameran UMKM, 100 Pelaku UMKM Terlibat

Kegiatan ini untuk membantu UMKM di Kabupaten Sorong mempromosikan dan menjual hasil produksi lebih luas.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
PRODUK LOKAL: 100 pelaku UMKM di Kabupaten Sorong terlibat dalam pameran dalam produk lokal, Selasa (11/10/2022). Pameran UMKM itu berlangsung sebulan ke depan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat, menggelar pameran UMKM sebagai upaya pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19, Selasa (11/10/2022).

Pameran UMKM itu merupakan upaya pengendalian inflasi.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sorong, Marthen Pajala, mengatakan kinerja UMKM menurun selama dua tahun pandemi Covid-19.

Bahkan, ucap Marthen Pajala, sebagian tutup UMKM tutup karena tak bisa bertahan.

Sebagai upaya pemulihan ekonomi dan membangkitkan kembali semangat pelaku UMKM setempat, ucapnya, pemerintah daerah menggelar pameran produk UMKM.

Baca juga: Produksi Briket Arang, UMKM Black Gold Manokwari Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan Bagi Anak Muda

"Pemerintah daerah menyediakan showroom UMKM atau tempat di pinggir jalan untuk menampung semua produk masyarakat lokal untuk dipamerkan dan dijual," kata Marthen Pajala.

Pameran tersebut, ucapnya, berlangsung sebulan ke depan dengan tujuan utama membangkitkan kembali semangat pelaku UMKM agar kembali aktif produksi.

Kendala bagi pelaku UMKM adalah pemasaran. Karena itu, kegiatan ini untuk membantu UMKM di Kabupaten Sorong mempromosikan dan menjual hasil produksi lebih luas.

"Para pelaku UMKM sangat antusias dengan kegiatan ini," ujar Marthen Pajala.

Baca juga: Daftar UMKM Ecogreen Expo yang Meriahkan Festival Ecotourism 2022, Termasuk UMKM Disabilitas

Ia mengatakan ada 100 pelaku UMKM yang terlibat dalam pameran tersebut. Mereka menjual hasil olahan pangan kering, di antaranya keripik, di showroom.

Di luar showroom, ada juga pelaku UMKM yang menjual produk pangan basah antara lain singkong, jagung, keladi, petatas, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sebanyak 5.875 pelaku UMKM di kabupaten Sorong didorong pemerintah daerah agar berkembang maju dan dapat menciptakan lapangan kerja baru. 

"Harga produk lokal bervariasi mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 50 ribu. Kemasan produk lokal ini terbilang sudah layak," kata Marthen Pajala. (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved