Berita Papua Barat

Disdik Papua Barat Akui Terlambat Serahkan 643 SK Guru P3K SMA dan SMK

Ia berharap penyerahan ratusan SK guru SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Papua Barat bisa terlaksana sebelum pergantian tahun.

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
GURU P3K - Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat ditemui awak media di Manokwari, Senin (24/10/2022). Ia menyebut 643 SK P3K guru SMA dan SMK menunggu tanda tangan penjabat (pj) gubernur lalu diserahkan ke masing-masing guru. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengatakan 643 surat keputusan (SK) belum diserahkan kepada guru SMA dan SMK yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

SK tersebut hanya tinggal menunggu ditandatangani oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw.

"Sudah di meja bapak gubernur, jadi tinggal ditandatangani bapak gubernur," kata Barnabas Dowansiba saat ditemui awak media di Manokwari, Senin (24/10/2022).

Ia berharap penyerahan ratusan SK guru SMA dan SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Papua Barat bisa terlaksana sebelum pergantian tahun.

Informasi yang diterima dinas, sebagian dari 643 SK guru P3K itu sudah ditandatangani Pj Gubernur Paulus Waterpauw.

Koordinasi dengan staf khusus penjabat gubernur, ucapnya, terus dilakukan agar penandatangan SK bisa segera rampung.

"Provinsi dan kabupaten/kota yang lain sudah serahkan. Papua Barat memang terlambat, kita akui itu," ucap Barnabas Dowansiba.

Baca juga: Kekurangan Guru Penyebab Anak Putus Sekolah di Papua Barat, Kadisdik: Butuh 5.507 Tenaga Pendidik

Dinas Pendidikan, kata dia, intens menginformasikan kepada guru SMA dan SMK agar bersabar menunggu proses penadatanganan rampung.

Sehingga, ratusan guru dapat mengetahui perkembangan dari proses penerbitan hingga penyerahan SK.

"Karena beberapa guru berulang kali menanyakan jadwal penyerahan SK," kata Barnabas Dowansiba.

Jumlah guru masih kurang

Berdasarkan hasil analisis setiap tahun, Papua Barat masih membutuhkan banyak guru SMA dan SMK

Dinas Pendidikan provinsi mengusulkan 1.694 guru honorer diakomodasi menjadi P3K, namun yang terealisasi hanya 643 guru.

Baca juga: Menjadi Guru SD di Pedalaman, Bukti Cinta Bripka Septinus Arui untuk Tanah Papua 

Sisanya diupayakan mengikuti seleksi P3K periode mendatang secara bertahap.

"Separuh dari yang diusulkan sudah terjawab. Nanti gelombang ketiga, kita usulkan lagi 172 guru," kata Barnabas Dowansiba.

Menurut dia, penerimaan guru P3K menjadi solusi atas persoalan keterbatasan tenaga pendidik di Papua Barat selama ini.

Pihaknya berencana mendiskusikan masalah kekurangan guru dengan Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw.

"Kami prediksi tahun ini dan tahun 2023 kurang lebih 800 guru sudah bisa mengisi kekosongan," ujar Barnabas Dowansiba. (*)

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved