Berita Manokwari

Mentan Sebut 5 Strategi Pembangunan Pertanian di Papua Barat, Termasuk Perluasan Lahan

Syahrul Yasin Limpo mengingatkan agar pemda mencari lahan yang tidak bermasalah di kemudian hari setelah dimanfaatkan jadi lahan pertanian.

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
STRATEGI - Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, sedang berbicara dengan petani di Kampung Desai, Prafi, Kabupaten Manokwari, Selasa (25/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan ada lima strategi yang harus diimplementasikan dalam pembangunan sektor pertanian di Provinsi Papua Barat.

"Lima langkah itu harus dijalankan," ucap Syahrul Yasin Limpo saat rapat koordinasi bidang pertanian di Kabupaten Manokwari, Selasa (25/10/2022).

Ia menyebut strategi pertama adalah pemantapan program dan konsepsi penambahan luas lahan pertanian 1.000 hektare di setiap kabupaten/kota.

Strategi ini di bawah kendali Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dan dimonitor oleh Kementan.

"Tak ada kabupaten/kota yang tak maju 1.000 hektare. Dirjen akan lakukan asistensi," kata Syahrul Yasin Limpo.

Strategi kedua, kata dia, pemerintah provinsi harus menyiapkan kelembagaan untuk meningkatkan koordinasi.

Kelembagaan yang dimaksud adalah pembentukan gugus tugas dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Pemda Manfaatkan KUR untuk Pertanian di Papua Barat

Ia melanjutkan, strategi ketiga yaitu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang menangani pengelolaan lahan pertanian 1.000 hektare tersebut.

Tentu terlebih dahulu dilakukan pelatihan agar pelaksanaan program kerja berjalan maksimal.

"Ketua kelompoknya siapa, termasuk petaninya," ucap Syahrul Yasin Limpo.

Strategi keempat adalah rencana aksi mulai dari budidaya, pascapanen, hingga panen. 

Strategi kelima adalah meningkatkan jaringan pemasaran hasil panen komoditas pertanian Papua Barat.

"Market place-nya pemerintah siapkan," ujar Syahrul Yasin Limpo.

Baca juga: 10 Kelompok Tani Milenial di Sorong Dapat Bantuan Peralatan Pertanian dari Papua Muda Inspiratif

Dia mengingatkan agar pemda mencari lahan yang tidak bermasalah di kemudian hari setelah dimanfaatkan jadi lahan pertanian.

Selain itu, data-data pertanian harus disajikan secara objektif untuk bisa diketahui perkembangan pertanian di Papua Barat.

"Lima strategi itu harus diterapkan untuk perbaiki ekonomi rakyat," ujar Syahrul Yasin Limpo.

Menurut dia, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan pada era Presiden Soeharto.

Karena itu, pengelolaan potensi pertanian jika dioptimalkan maka swasembada pangan itu bisa tercapai lagi.

"Sektor pertanian di masa Covid-19 tetap tumbuh positif. Saya yakin Papua Barat bisa berkontribusi bagi negara," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved