Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Pemda Manfaatkan KUR untuk Pertanian di Papua Barat

Syahrul Yasin Limpo mengatakan sebagian bunga KUR telah disubsidi oleh pemerintah sehingga petani hanya menanggung bunga 6 persen.

Penulis: Rachmat Julaini | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
PERTANIAN - Mentan Syahrul Yasin Limpo berjalan di pematang sawah di Kampung Desai, Prafi, Kabupaten Manokwari, Selasa (25/10/2022). Ia melakukan kunjungan kerja di Manokwari untuk pencanangan penanaman padi dan pengembangan pertanian di Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong pemerintah daerah memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan sektor pertanian di Provinsi Papua Barat.

"Ini butuh modal. Dari mana modalnya? Ya, pakai KUR," kata Syahrul Yasin Limpo saat mencanangkan penanaman padi di Kampung Desai, Prafi, Kabupaten Manokwari, Selasa (25/10/2022).

Ia mengatakan sebagian bunga KUR telah disubsidi oleh pemerintah sehingga petani hanya menanggung bunga 6 persen.

Presiden Jokowi menyetujui petani menggunakan KUR untuk membeli alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Saya pakai uang pemerintah (Kementan) hanya Rp 15,7 triliun, tapi saya pakai melalui KUR sebanyak Rp 85 triliun," ucap Syahrul Yasin Limpo.

Ia mengimbau, pemda memfasilitasi petani di seluruh Papua Barat untuk mengakses bantuan permodalan tanpa agunan tersebut.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Puji Semangat Pj Gubernur Papua Barat, Minta Perluas Lahan Pertanian

Dari pengalaman Kementan, kredit macet (non performing loan/NPL) KUR pertanian tidak melebihi 1 persen.

"KUR Rp 85 triliun yang saya pakai, macetnya di 0,6 persen. Petani itu jujur, Pak," ucap Syahrul Yasin Limpo.

Pemda, ucapnya, wajib menanggung NPL KUR pertanian bilamana hasil panen tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Ia mengatakan Pemda tidak perlu khawatir karena potensi NPL KUR pertanian sangat kecil dibanding kemajuan dunia pertanian.

"Adalah pasti yang macet, tapi ada pemerintah. Pasang badan demi dunia pertanian," ujar Mentan.

Menurut dia, KUR memudahkan petani mendapatkan alat dan mesin pertanian agar mampu mendongkrak produktivitas panen sekaligus menekan biaya produksi.

Program Taksi Alsintan sudah diluncurkan beberapa waktu lalu, dan merupakan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mewujudkan kemandirian petani.

Baca juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Tiba di Bandara Rendani Manokwari Pakai Jet Pribadi

Perluasan lahan pertanian hingga 1.000 hektare di setiap kabupaten perlu ditopang dengan mekanisasi peralatan yaitu dua paket taksi alsintan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved