Berita Papua Barat

BKKBN Gelar Pelatihan Teknologi Kontrasepsi bagi Bidan di Papua Barat, Cegah Risiko Alat Kontrasepsi

"Supaya bisa membantu klien untuk memilih alat kontrasepsi yang paling sesuai dengan klien," kata Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yorollo.

Penulis: Fransiskus Salu Weking | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/F. WEKING
PELATIHAN - Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yorollo (kiri), didampingi Koordinator Bidang Advokasi, Informasi Pelatihan, dan Pengembangan (APIP), Baso Pikers, saat membuka pelatihan teknologi kontrasepsi terkini, Senin (31/10/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan  Provinsi Papua Barat mengelar pelatihan teknologi kontrasepsi terkini (Contraception Technology Update) untuk tenaga kesehatan di wilayah setempat.

Pelatihan ini dilakukan secara hybrid selama 11 hari terhitung sejak Senin (31/10/2022) hingga Kamis (10/11/2022).

Kepala BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yorollo, mengatakan kesadaran masyarakat soal pentingnya penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat.

Karena itu, pengetahuan tenaga kesehatan khususnya bidan harus ditingkatkan agar layanan program keluarga berencana (KB) berjalan maksimal.

"Supaya bisa melayani berbagai jenis metode atau cara kontrasepsi yang paling cocok dengan peserta KB," kata Philmona Maria Yorollo di Manokwari.

Baca juga: BKKBN Bentuk Ribuan Tim Pendamping Keluarga di Papua Barat, Segera Dampingi Keluarga Stunting

Ia menerangkan, metode kontrasepsi seperti IUD (intrauterine device) dan KB implan memerlukan kompetensi khusus dalam pemasangan maupun pencabutannya.

Itu sebabnya dibutuhkan pelatihan bagi para bidan yang bersentuhan langsung pada pasien.

"Selain pengetahuan kognitif, bidan harus meningkatkan kemampuan khusus," ujar Philmona Maria Yorollo.

Tujuan lain pelatihan, ucapnya, mencegah risiko dalam pemasangan alat kontrasepsi dan memberi konseling terbaik pada pasien.

Peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan, ucapnya, akan mendorong percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Supaya  bisa membantu klien untuk memilih alat kontrasepsi yang paling sesuai dengan klien," kata Maria.

Baca juga: Ibu Tega Jual Anak Remajanya yang Masih 15 Tahun, Korban Disuntik KB Seminggu 3 Kali agar Tak Hamil

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya membangun kualitas penduduk, termasuk melalui program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BanggaKencana).

Program KB berkontribusi terhadap upaya penurunan stunting di Papua Barat, ucapnya, melalui pengaturan jarak kehamilan yang ideal.

"Program KB juga ikut berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, yang menjadi indikator keberhasilan bidang kesehatan," katanya.

Pelatihan, sambung dia, dimulai dengan rapat persiapan yang berlangsung pada 11 Oktober 2022.

Rapat tersebut diikuti tim pelatih, Ketua Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Papua Barat, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Barat, dan Dinas Kesehatan Papua Barat.

"Saya berharap seluruh peserta pelatihan menyamakan persepsi dan serius dalam mengikuti pelatihan ini," ujar Philmona Maria Yorollo.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved