Berita Papua Barat

BKKBN Klaim Penggunaan Alat Kontrasepsi di Papua Barat Meningkat 50 Persen

BKKBN Klaim Penggunaan Alat Kontrasepsi di Papua Barat Meningkat 50 Persen banyak tantangan dalam penyebarluasan manfaat penggunaan alat kontrasepsi

tribunpapuabarat.com/F. Weking
PROGRAM - Koordinator Bidang APIP BKKBN Papua Barat, Baso Pikers saat ditemui awak media di Manokwari, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Papua Barat mengklaim, penggunaan alat kontrasepsi oleh pasangan usia subur mengalami peningkatan 50 persen.

"Dari tahun ke tahun, penggunaan alat kontrasepsi terus meningkat," kata Koordinator Bidang Advokasi, Informasi Pelatihan, dan Pengembangan (APIP) BKKBN Papua Barat, Baso Pikers di Manokwari, Selasa (1/11/2022).

Oleh karena itu, BKKBN berkewajiban terus melakukan pengayoman dan pembinaan bagi akseptor yang sudah menggunakan alat kontrasepsi tersebut.

Baca juga: BKKBN Gelar Pelatihan Teknologi Kontrasepsi bagi Bidan di Papua Barat, Cegah Risiko Alat Kontrasepsi

Baca juga: BKKBN Bentuk Ribuan Tim Pendamping Keluarga di Papua Barat, Segera Dampingi Keluarga Stunting

Edukasi dan konseling akan terus dilakukan, agar seluruh pasangan usia subur dapat memahami pentingnya keluarga terencana.

"Supaya yang belum gunakan bisa mulai gunakan, khususnya pasca-melahirkan maupun pasca-keguguran," jelas Baso Pikers.

Seiring dengan peningkatan penggunaan alat kontrasepsi, maka perlu diminimalisir tingkat risiko komplikasi bagi peserta program keluarga berencana (KB).

Alat kontrasepsi seperti intrauterine device (IUD) dan KB implan memerlukan kompetensi khusus untuk pemasangan maupun pencabutannya.

Sehingga, BKKBN menggelar pelatihan penggunaan alat kontrasepsi terkini (Contraception Technology Update) bagi para bidan dan dokter yang bersentuhan langsung dengan layanan KB.

"Peserta pelatihan kali ini ada 30 bidan dan dokter yang terdata sesuai DIPA kami," ucap Baso Pikers.

Ia mengakui bahwa ada banyak tantangan dalam penyebarluasan manfaat penggunaan alat kontrasepsi bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

Meski demikian, sosialisasi dan edukasi program keluarga berencana (KB) secara masif dilakukan ke wilayah perkampungan di Papua Barat.

"Ada UPTD KB dan petugas lapangan kami terus memberikan pemahaman ke masyarakat," ujar Baso Pikers.

Untuk mengotimalkan program KB, sambung dia, petugas lapangan menggandeng tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh agama di masing-masing kampung.

Selain itu, penyebaran informasi manfaat positif mengikuti program KB dilakukan melalui saluran media massa dan media digital lainnya.

"Tentu tantangan itu masih ada, tapi kolaborasi bersama media terus kami lakukan," pungkas Baso Pikers.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved