Berita Papua Barat

Inflasi Papua Barat 4,15 Persen pada Oktober 2022, Lebih Rendah dari Nasional

Inflasi Papua Barat 4,15 Persen pada Oktober 2022, Lebih Rendah dari Nasional Inflasi terjadi karena ada peningkatan indeks harga sembako

tribunpapuabarat.com/F. Weking
INFLASI - Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia saat memaparkan kondisi inflasi periode Oktober 2022, pada Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi gabungan dua kota indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Papua Barat pada Oktober 2022 sebesar 4,15 persen (year on year/yoy).

Tingkat inflasi Oktober, masih lebih rendah bila dibandingkan September 2022 yang tercatat 4,96 persen (yoy).

"Lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 5,71 persen (yoy)," kata Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia di Manokwari, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Biaya Transportasi dan Sewa Rumah Pemicu Utama Inflasi di Kota Sorong, TPID Dorong Produk Lokal

Baca juga: Keberhasilan Pengendalian Inflasi, Werinussa: Butuh Kolaborasi Lintas Stakeholder di Papua Barat

Inflasi terjadi karena ada peningkatan indeks harga dari sembilan kelompok pengeluaran selama Oktober 2022.

Antara lain, kelompok transportasi dengan andil terhadap inflasi 2,18 persen.

Kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi 0,60 persen.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi 0,50 persen.

"Itu tiga kelompok yang menyumbang inflasi terbesar baik di Kota Sorong maupun Manokwari," ucap Maritje Pattiwaellapia.

Inflasi kelompok administered prices (transportasi) dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Sehingga, ongkos produksi dan biaya bahan bakar transportasi massal mengalami peningkatan indeks.

"Kita tahu bersama pemerintah telah menetapkan kenaikan harga BBM," terang dia.

Komoditas kelompok transportasi yang memberikan kontribusi pada kondisi inflasi meliputi angkutan udara (pesawat) dan bensin.

Untuk Manokwari, inflasi komoditas angkutan udara menyumbang 0,83 persen, bensin sebesar 0,69 persen, daging babi, dan kue kering.

Sementara di Kota Sorong, komoditas angkutan udara menyumbang inflasi 0,87 persen, bensin 0,66 persen, angkutan dalam kota 0,45 persen, bahan bakar rumah tangga 0,39 persen, dan rokok putih.

"Komoditas yang dominan itu angkutan udara dan bensin baik di Manokwari maupun Kota Sorong," ucap Maritje Pattiwaellapia.

Ia melanjutkan, apabila ditinjau secara bulanan (month to month/mtm), Papua Barat mengalami deflasi 0,54 persen (mtm) dibandingkan September 2022 yang mengalami inflasi 1,02 persen (mtm).

Ada tiga kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar pada Oktober 2022.

Meliputi, kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil deflasi 0,49 persen, transportasi dengan andil deflasi 0,06 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil deflasi 0,04 persen.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved